Dark/Light Mode

Ulang Tahun Ke-74

Mega Dijuluki The Brave Lady

Minggu, 24 Januari 2021 06:50 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Istimewa)
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berulang tahun ke-74, kemarin. Di mata anak buahnya, Presiden Ke-5 Republik Indonesia itu dijuluki The Brave Lady. Sebutan seorang ibu yang berani mengambil keputusan dalam keadaan apa pun.

“Ibu itu The Brave Lady, seperti judul buku yang ditulis para menteri pembantunya dulu,” ujar politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. Seperti diketahui, julukan The Brave Lady merupakan judul buku yang isinya bercerita tentang Megawati versi para menteri ketika menjabat sebagai Presiden Ke-5 Republik Indonesia. 

Keberanian Megawati, lantaran ketika menjadi Presiden, tetap berangkat ke Amerika Serikat untuk menghadiri konferensi energi. Padahal, Negeri Paman Sam tengah mengalami serangan teroris di menara kembar World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001. 

Berita Terkait : Ulang Tahun Ke-74, Mega Banjir Doa

Hasilnya, Indonesia mendapat komitmen investasi hingga Rp 200 triliun dan menjadi penyelamat kondisi krisis ekonomi usai 1998. “Jadi Ibu itu memang teruji dan tegas dalam prinsip berorganisasi,” tegas anggota Komisi XI DPR ini. 

Pun ketika memimpin partai, Megawati dinilai sebagai sosok yang tenang, sabar dan tidak pernah lelah merawat persatuan dan semangat kader dalam melaksanakan tugas-tugas kepartaian. “Ibu adalah figur pemimpin yang terobsesi dan berjuang untuk cita-cita Indonesia Raya,” ujar mantan Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian ini. 

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Megawati ke-74 kali ini dirayakan para kadernya dengan doa bersama secara sederhana. Doa dilaksanakan secara daring, dipimpin Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDIP Bidang Hukum, Yasonna Laoly. “Pada perayaan hari lahir Ibu Megawati tahun ini, kami melakukan penanaman pohon, menghargai kehidupan, menebarkan oksigen ke seluruh alam raya, yang dilakukan kader partai di luar wilayah Jawa dan Bali,” kata Hasto dalam keterangannya. 

Berita Terkait : Ingat Trump, Ingat Mega

Acara diawali dengan tayangan mengenai perjalanan hidup Megawati. Setelah salam dan kata pengantar singkat dari Hasto dan Laoly, dilanjutkan lagu Tanah Airku oleh penyanyi cilik Shannon. Video pertunjukan kebudayaan seperti tari-tarian ditampilkan. 

Di sela itu, Hasto dan Laoly, layaknya presenter dan narasumber acara televisi, berbincang mengenai sosok Megawati. Selain itu, Hasto juga menjelaskan para kader memberikan hadiah kepada Megawati sebuah buku berjudul ‘Merawat Pertiwi, Jalan Megawati Soekarnoputri Melestarikan Alam’. 

Buku tersebut ditulis selama dua tahun oleh Kristin Samah dan Maria Karsia dengan prolog dari Hasto Kristiyanto dan epilog Sonny Keraf. “Dengan mengingat terjadinya pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dari Pemerintah, maka ultah Ibu Megawati tidak dirayakan secara khusus,” pungkasnya. [BSH]