Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Untuk Patahkan Proyeksi IMF
Please, Jangan Buru-buru Cabut Stimulus Pemulihan
Minggu, 11 April 2021 05:28 WIB
Sebelumnya
“Vaksinasi merupakan keharusan dengan target 185,5 juta jiwa. Saat ini sudah lebih 13 juta kita vaksinasi, dan Indonesia merupakan sedikit negara yang menebus vaksinasi di atas 10 juta,” tegasnya.
Untuk diketahui, proyeksi IMF per April 2021 lebih rendah dari prediksi IMF per Januari 2021 yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI di kisaran 4,8 persen.
Baca juga : Tingkatkan Populasi Sapi Perah, Kementan Bantu Peternak Akses Pembiayaan
Direktur Departemen Ri set IMF Gita Gopinath menerangkan, masih tingginya kasus Covid-19 membuat perbaikan ekonomi belum tentu dinikmati secara merata di beberapa negara.
“Kasus Covid-19 masih menjadi faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi negara-negara tertentu. Hal ini menjadi alasan IMF memangkas prediksi ekonominya bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia,” terang Gita dalam laporan IMF, bertajuk World Economic Outlook, Managing Divergent Recoveries edisi April 2021, pada Rabu (7/4).
Baca juga : Sakit Gigi? Jangan Buru-buru Ke Dokter, Coba Dulu Tips Ini
Faktor lain membuat IMF menurunkan proyeksinya pada beberapa negara adalah kecepatan pelaksanaan vaksinasi di negara tersebut.
“Proses vaksinasi yang semakin cepat akan mengangkat proyeksi, sementara pandemi yang berkepanjangan dengan varian baru yang dapat menghindari vaksin dapat berakibat pada penurunan tajam (proyeksi ekonomi),” ucapnya.
Baca juga : KPK Dalami Dugaan Suap Kejati Kepulauan Riau
IMF juga melihat ekonomi Indonesia tahun 2021 ini juga tumbuh lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN-5 yakni Indonesia Thailand, Vietnam, Filipina, dan Malaysia.
“Kawasan ASEAN-5 bisa tumbuh sekitar 4,9 persen, masih di atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di 4,3 persen,” tulis rilis IMF. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya