Dark/Light Mode

Menakar Keterkaitan Bahasa Sansekerta Dengan Artificial Intelligence

Senin, 26 April 2021 19:50 WIB
Prof. Manu J. Widyaseputra. (Foto: Istimewa)
Prof. Manu J. Widyaseputra. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Selain itu Adila Alfa Krisnadhi Dosen Fasilkom Universitas Indonesia berpendapat bahwa hingga saat ini tidak ada komputer yang cerdas. Adapun kecerdasan itu dibuat oleh manusia itu sendiri.

“Perangkat itu baru bisa mengeluarkan hasil setelah dikasih tahu oleh manusia. Yang terpenting dari AI adalah bagaimana komputer bisa “terus belajar” untuk memperbaiki kesalahan berdasarkan input yang kita diberikan,” tutur Adila.

Baca juga : Firli Klaim Tak Ada Keterlibatan Pihak KPK, Stepanus "Main" dengan Orang Luar

Museum Aksara Nusantara PANDI melalui kegiatan bertajuk Merajut Indonesia tengah mengembangkan digitalisasi aksara nusantara. Akan tetapi, menurut Heru Nugroho selaku Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Kerjasama, dan Marketing, kegiatan ini tidak sekadar memperkenalkan aksara nusantara secara instan, sebab digitalisasi hanya mengenal algoritma dan tidak mengenal kharisma apalagi filosofi.

“Kami berharap, kegiatan Merajut Indonesia akan memberi ruang bagi masyarakat untuk mendalami makna dari setiap aksara, menelusuri ragam keadaban yang menjadi jati diri bangsa kita,” kata Heru.

Baca juga : Puasa Sehat, Aman Dan Imun Saat Pandemi

Heru menambahkan, untuk memperkenalkan makna yang terkandung dalam sebuah aksara, maka PANDI dan seluruh teman-teman pegiat aksara nusantara sedang merancang Museum Aksara Nusantara.

Diharapkan nantinya museum ini akan memberikan banyak informasi perkembangan aksara-aksara di nusantara, termasuk artefak-artefak yang digunakan dari zaman ke zaman.

Baca juga : Setan Merah Dapat Getah Laga Internasional Prancis

“Karena itu, kami mengundang Prof. Manu J. Widyaseputra dan pakar-pakar teknologi informasi supaya memberi wejangan apa yang sebaiknya kami lakukan,” pungkas Heru.[SRI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.