Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sambut Positif Hasil Quick Count Pilpres
Saham BUMN Karya Melesat
Minggu, 21 April 2019 05:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hasil hitung cepat alias quick count pilpres menyihir sentimen pasar. Terbukti, pasca pengumuman, saham-saham BUMN Karya melejit. Semua menghijau.
ANALIS CSA Research Institute Reza Priyambada menilai laju positif saham BUMN Karya dalam beberapa hari terakhir lebih dikarenakan sentimen politik. “Pelaku pasar melihat quick count paslon 01 (Jokowi-Ma’ruf Amin) lebih unggul. Sebenarnya kalau masalah fundamental, mereka (BUMN Karya) punya laba bersih, pendapatan, dan laba usaha meningkat seiring perolehan nilai kontrak mereka,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Reza mengatakan, jika lebih cermat, saham BUMN Karya di periode sebelumnya justru cenderung menurun. Hanya saja perkembangannya sudah mulai membaik seiring pembayaran dari proyek-proyek yang mereka kerjakan.
Dia menganggap wajar hal ini. Pelaku pasar mengidentikkan proyek infrastruktur berada di paslon nomor urut 01. Sehinga jika pasangan tersebut menang, tinggal melanjutkan pembangunan infrastruktur. Sementara eksekutornya adalah BUMN Karya.
Baca juga : Persepi: Data Quick Count Itu Ilmiah dan Legal
Untuk diketahui, pada penutupan perdagangan Kamis (18/4), saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menguat 1,69 persen menjadi Rp 1.800 per saham, begitu juga PT PP Tbk (PTPP) naik 4,18 persen menjadi Rp 2.490 per saham, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) pun terkerek 3,86 persen menjadi Rp 2.420 per saham, dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) merangkak naik 2,37 persen menjadi Rp 2.160 per saham.
Reza pun belum bisa memprediksi apakah saham BUMN Karya terus moncer. Jika nantinya paslon 01 menang, Jokowi-JK telah menggeber pembangunan infrastruktur selama 4,5 tahun. Di sisi lain, belum ada target yang akan dicapai Jokowi-Ma’ruf jika terpilih.
“Saya belum melihat target dari pembangunan selanjutnya. Bisa jadi Jokowi ngejar energi terbarukan. Karena pas debat disinggung. Bisa juga kualitas SDM, ekonomi digital. Kalau pembangunanya ke situ, infrastruktur nggak lagi dikejar, hanya menyelesaikan target saja,” cetusnya.
Reza mengimbau kepada pelaku pasar lebih cermat saat bermain di lantai bursa. Jika yang dikejar jangka pendek, pelaku pasar bisa memanfaatkan sentimen yang ada. Memanfaatkan euforia politik dengan saham yang punya korelasi dengan paslon.
Baca juga : Pasca Pilpres, Investasi Bakal Mengalir Deras
Jika jangka panjang yang ingin dicapai, Reza meminta calon investor mengkaji kondisi emiten. Mulai dari propek bisnisnya, pertumbuhan secara kuartal maupun tahunan, maupaun kinerjanya konstan atau fluktuatif.
Analis Panin Sekuritas William Hartanto menyebut pasar merespons positif. Sebagai petahana, Jokowi bakal melanjutkan pembangunan infrastruktur.
“Program Jokowi sangat mendukung untuk masa depan emiten-emiten ini,” cetusya.
Sedangkan jika paslon 02 yang menang, William pun memprediksi saham BUMN Karya tetap moncer. Dengan syarat, program pembangunan di era Jokowi-JK tetap dilanjutkan.
Baca juga : Prabowo Tuding Ada Kecurangan
”Tapi pasar lebih berat ke Jokowi, karena sudah membuktikan di periode pertama,” imbuhnya.
Dalam risetnya, Maybank Kim Eng menilai Pemilu 2019 berjalan lancar dan hasil quick count menunjukkan kemenangan paslon 01. Hasil tersebut diyakini pelaku pasar bahwa pemerintah masih akan melanjutkan pembangunan infrastruktur.
“Kami mengharapkan beberapa perubahan dalam kebijakan ekonomi. Meskipun infrastruktur akan tetap menjadi salah satu fokus utama,” kata riset tersebut. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya