Dark/Light Mode

Permintaan Tinggi

United Tractors Patok Penjualan Alat Berat 2.500 Unit

Kamis, 27 Mei 2021 18:28 WIB
Presiden Direktur United Tractors, Frans Kesuma. (Foto: ist)
Presiden Direktur United Tractors, Frans Kesuma. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang 2021, PT United Tractors Tbk (UNTR) membidik penjualan alat berat sebanyak 2.500 unit. Anak usaha Astra Group ini melihat, permintaan dan kemampuan perusahaan di tahun ini mulai membaik.

Presiden Direktur United Tractors, Frans Kesuma mengatakan, permintaan alat berat saat ini sangat tinggi. Namun dibutuhkan strategi yang tepat, untuk memenuhi jumlah permintaan tersebut. Khususnya dalam hal men-deliver alat berat tersebut dengan tepat waktu.

"Sebetulnya permintaan itu jauh di atas kemampuan untuk bisa men-deliver alat di tahun ini. Sekarang itu posisinya kita nggak perlu cari, permintaan datang sendiri, tapi justru adalah bagaimana bisa memanfaatkan ini menjadi terarah," jelasnya dalam workshop wartawan pasar modal secara virtual, Kamis (27/5). 

Baca juga : Bahlil Minta Investor Libatkan Pengusaha Daerah

Meski menargetkan penjualan alat berat tak lebih dari 2.500 unit, Frans masih akan mengkaji kembali jika seiring perkembangan waktu memungkinkan untuk menaikkan target.

Sementara dari penjualan alat berat, hingga kuartal I-2021 United Tractors mampu mencatat penjualan 909 unit. Angka ini naik 27 persen dari penjualan alat berat tahun lalu di angka 717 unit. Volume penjualan mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan di tengah harga komoditas yang juga naik .

Di kesempatan yang sama, Sekretaris United Tractors, Sara K Loebis mengatakan, sektor pertambangan dan konstruksi menjadi kontributor utama bagi penjualan alat berat United Tractors di awal tahun ini. Sebanyak 45 persen penjualan disumbang oleh pertambangan, kemudian diikuti dengan sektor konstruksi yang mencapai 30 persen. 

Baca juga : Nekat Main Balon Udara Liar, Penjara Dan Denda Rp 500 Juta Menanti

"Kontributor berikutnya adalah penjualan dari sektor forestry sebesar 15 persen dan agro sebesar 10 persen," terangnya.

Diakui Sara, yang terbesar memang ada di konstruksi dan pertambangan.Hal ini lantaran dipengaruhi karena harga komoditas, khususnya batu bara, yang sudah membaik dibandingkan tahun lalu. 

"Kalau dari sisi konstruksi, sudah mulai ada aktivitas lagi dalam pengerjaan konstruksi dan infrastruktur," imbuhnya.

Baca juga : Pemerintah Waspada Arus Balik Pemudik Asal Sumatera Ke Jawa

Laba bersih United Tractors tercatat naik 2,39 persen menjadi Rp 1,86 triliun pada kuartal I-2021 dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp 1,82 triliun. Perseroan juga mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 17,89 triliun atau turun 2,27 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 18,31 triliun.

Adapun pendapatan perseroan terdiri atas penjualan barang pihak berelasi (mesin konstruksi), penjualan barang pihak ketiga (mesin konstruksi, penambangan batubara, penambangan emas, industri konstruksi), pendapatan jasa pihak berelasi (industri konstruksi, mesin konstruksi), dan pendapatan jasa pihak ketiga (kontraktor penambangan, mesin konstruksi, industri konstruksi).

Dari sisi liabilitas, United Tractors mencatatkan sebesar Rp 38,25 triliun dan ekuitas Rp 67,04 triliun. Sementara total aset perseroan meningkat menjadi Rp 105,30 triliun dibanding 2020 sebesar Rp 99,80 triliun. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.