Dark/Light Mode

BSU Cegah PHK, Dongkrak Daya Tahan Ekonomi

Sabtu, 24 Juli 2021 17:30 WIB
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menganggap penting Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2021. Selain bisa mencegah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), program ini juga bisa meningkatkan daya tahan ekonomi pekerja.

Untuk mensukseskan program BSU 2021, Kemnaker menggelar pertemuan secara virtual dengan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) di sejumlah daerah, khususnya di wilayah yang menerapkan PPKM Level 3 dan 4. Kementerian yang dipimpin Ida Fauziyah itu gerak cepat mensosialisasikan BSU 2021

Berita Terkait : Sekjen Kemnaker: Seleksi 18 Pejabat Eselon II Terbuka dan Kredibel

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI-JSK) Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengatakan, BSU bukan program baru. Jika masih ingat, program seperti ini sudah dilakukan sejak tahun lalu. Hanya saja terdapat sedikit perbedaan. Yakni dikaitkan dengan keadaan saat ini, PPKM Darurat.

Selain itu, ada sejumlah masukan dari berbagai pihak agar BSU tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Seperti lebih tertib, akuntabel, dan lebih tepat sasaran bagi penerima. Untuk itu, ia meminta para Kadisnaker agar berkolaborasi dan lebih bersemangat melaksanakan BSU tahun ini. Menurut Putri, dukungan dan kolaborasi dari para kadisnaker sangat penting bagi kelancaran pelaksanaan BSU.

Berita Terkait : Pantau Kesejahteraan Karyawan, Kemnaker Masifkan WLKP Online

"Peran Bapak, Ibu Kadisnaker harus memastikan para pekerja yang terdampak di sejumlah sektor. Seperti transportasi, hotel, restoran, ritel. Itu benar-benar harus ter-cover dalam BSU," pesannya.

Putri mengatakan, Menteri Ketenagakerjaan menaruh perhatian lebih terhadap program BSU. Tujuannya, untuk mencegah terjadinya PHK, dan dapat meningkatkan daya tahan ekonomi para pekerja. Dengan begitu, kemiskinan kronis tidak bertambah.

Berita Terkait : Kemnaker Minta Perusahaan Cegah PHK Di Tengah PPKM Darurat

"Kita pastikan bersama, BSU sebagai salah satu instrumen stimulus harus benar-benar fokus, tepat sasaran, dan tepat manfaat," pungkasnya. [MEN]