Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemanfaatan EBT Baru Seiprit
Menteri ESDM: Ayo, Genjot!
Sabtu, 14 Agustus 2021 05:40 WIB
Sebelumnya
“Saat ini pasokan listrik EBT di Merauke berkapasitas 3,5 MW yang akan ditingkatkan menjadi 10 MW,” imbuhnya.
Pasokan listrik di daerah itu dipasok oleh PT Merauke Narada Energi milik PT Medco Energi sebagai Pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Wapeko, Kabupaten Merauke.
Baca juga : Jamin Pasokan Bahan Baku, Kemenperin Genjot Ekspor IKM
Dadan menilai, pembangkit listrik biomassa yang dikembangkan Medco, sangat tepat. Karena, daerah itu memiliki sumber daya tersebut.
Dijelaskannya, pasokan kayu sebagai sumber energi PLTBm sangat penting. Untuk itu, Independent Power Producer (IPP) harus menanam pohon baru untuk menggantikan yang sudah ditebang. Dengan begitu, pemanfaatan PLTBM dapat dilakukan secara berkelanjutan, tanpa mengurangi jumlah pohon di hutan.
Baca juga : Persaingan Panas Menteri Dan Gubernur
Sementara, Direktur Operasi Medco Energi Budi Basuki mengatakan, PLTBm yang dikembangkan perusahaannya tersebut merupakan yang pertama di Papua. Menurutnya, pemanfaatan energi biomassa dari hutan tanaman industri merupakan energi hijau yang berkelanjutan, dan dapat menyumbang pengurangan emisi.
PLTBm juga diklaim terbukti dapat mengurangi biaya pembangkitan dan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menggunakan sumber daya lokal.
Baca juga : Amerika, Awas Jangan Rese!
“Ini harus bisa dimaksimalkan, terutama Papua, karena potensi hutan energi di sini sebetulnya bisa menyuplai untuk 150 MW setara BBM,” pungkasnya. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya