Dark/Light Mode

Kerek Bauran Energi Baru Terbarukan

Tiga BUMN Keroyokan Suplai Biomassa Ke PLTU Batubara

Minggu, 18 Juli 2021 05:33 WIB
Penandatanganan Head of Agreement (HoA) penyediaan biomassa dan pengembangan industri biomassa untuk co-firing PLTU batu bara, oleh Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, Direktur Utama PTPN Group Mohammad Abdul Ghani dan Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro, Jumat (16/7/2021). (Foto : PT PLN PERSERO).
Penandatanganan Head of Agreement (HoA) penyediaan biomassa dan pengembangan industri biomassa untuk co-firing PLTU batu bara, oleh Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, Direktur Utama PTPN Group Mohammad Abdul Ghani dan Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro, Jumat (16/7/2021). (Foto : PT PLN PERSERO).

RM.id  Rakyat Merdeka - Tiga perusahaan pelat merah gotong royong mengembangkan industri biomassa untuk bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di 52 lokasi di Tanah Air.

Pengembangan industri biomassa tersebut untuk co-firing bahan bakar PLTU yang selama ini hanya mengandalkan batubara.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala Nugraha Mansury mengatakan, penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial ke dalam boiler PLTU batubara, bakal mempunyai kontribusi besar dalam peningkatan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT).

Baca juga : RUU Energi Baru Terbarukan Harus Untungkan Produsen Lokal

Untuk itu, sinergi tiga BUMN ini yakni PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group dan Perhutani sangat penting dalam menjamin paso­kan biomassa untuk program co-firing PLTU.

“Saya nilai ini kerja sama yang win-win solution. Serta memberi nilai tambah bagi bisnis Perhutani dan PTPN,” ujar Pahala melalui siaran pers, Jumat (16/7).

Pahala menekankan perlu­nya supply chain atau rantai lo­gistik yang efisien. Sehingga, hal itu bisa mengerek nilai keekono­mian bagi ketiga BUMN.

Baca juga : Deteksi Varian Delta, Gugus Tugas NTT Kirim Sample Swab Ke Jakarta

Selama ini, Kementerian BUMN telah menargetkan pro­gram co-firing dalam Strategic Mapping UMN Klaster Energi untuk membangun ketahanan energi.

Karenanya, mantan Direk­tur Utama BTN ini berharap kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan HoA (Head of Agreement) tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

Menanggapi ini, Direktur Uta­ma PLN Zulkifli Zaini mengata­kan, HoAakan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan penyediaan dan pengembangan industri biomassa untuk co-firing PLTU. Hal ini sebagai upaya memenuhi target nasional bauran EBT 23 persen pada 2025.

Baca juga : Dukung Energi Bersih, PLN Terapkan Bali Eco Smart Grid

“Sejauh ini, PLN menarget­kan 52 lokasi co-firing PLTU tersebar di seluruh Indonesia. Sehingga dibutuhkan pasokan biomassa sebesar 9 juta ton per tahun pada 2025,” ungkapnya.

Ke depan, diharapkannya, dapat dipenuhi dari Perhutani dan PTPN dari fasilitas yang posisinya terjangkau dari 52 lokasi tersebut.

Ia menjelaskan, dalam pokok-pokok HoAnantinya Perhutani akan menyediakan woodchip da­lam bentuk serbuk (sawdust). Se­mentara PTPN memasok limbah perkebunan atau tandan kosong segar ke PLN. Dengan begitu, PLN berperan sebagai pembeli, sementara Perhutani dan PTPN sebagai pemasok.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.