Dark/Light Mode

Semester II, Astra Financial Targetin Pertumbuhan Bisnis Dua Kali Lipat

Rabu, 1 September 2021 20:07 WIB
Astra Financial. (Foto: ist)
Astra Financial. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Subholding Astra Group, PT Sedaya Multi Investama (Astra Financial) mengaku siap melanjutkan pertumbuhan di semester II-2021 ini. Pasalnya, Astra Financial sukses meraup pendapatan hingga Rp 2,13 triliun di semester I-2021.

Menurut Direktur Astra Financial Handoko Liem, pertumbuhan pendapatan itu menjadi modal yang baik bagi perusahan untuk melangkah di semester selanjutnya, bahkan hingga akhir tahun. 

"Kita harapkan pertumbuhan bisa dua kali lipat dari tahun lalu. Kira-kira sekitar 24,3 persen," katanya dalam Workshop Wartawan Industri Astra secara virtual, Rabu (1/9). 

Baca Juga : Edukasi Pegiat Medsos, Aptika Kominfo Dan DPR Gelar Webinar Literasi Digital

Ia merinci, setidaknya ada empat sektor yang mendorong naiknya pendapatan Astra Financial. Yaitu, 4 wheeler atau mobil, alat berat, batu bara dan asuransi jiwa. Sementara dua sektor mengalami penurunan yaitu, roda dua (two wheeler) dan general insurance yang tak bergerak

Di sektor 4 wheeler pertumbuhan mencapai 23 persen dengan penjualan 140 ribu unit mobil, atau setara Rp 23,8 triliun. Sektor alat berat tumbuh 33 persen atau setara Rp 2,7 triliun dengan menjual 1160 unit. 

Sektor asuransi jiwa atau life insurance naik sebesar 78 persen dengan catatan Gross Written Premium (GWP) Rp 2,8 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,6 triliun. Sayangnya di roda dua anjlok 6 persen dengan perolehan sebesar Rp 16,2 triliun dengan menjual sebanyak 1,4 juta unit motor. 

Baca Juga : Ini Hambatan Penerapan SIN Pajak Di Indonesia

Astra Financial lanjut Handoko, juga telah menyasar pertumbuhan layanan digital. Mengingat penggunaan internet di Asia Tenggara terus tumbuh, dengan 40 juta pengguna baru di tahun 2020.

Di Indonesia, sejumlah besar mencoba layanan digital baru, sekitar 37 persen dari semua konsumen layanan digital adalah pelanggan baru. Dan 93 persen dari konsumen baru ini berniat untuk melanjutkan perilaku pasca pandemi.

Sementara jumlah rata-rata trx tunai menurun dari 48 persen sebelum Covid-19 menjadi 37. Di saat yang sama, frekuensi e-wallet transaksi naik dari rata-rata 18 persen menjadi 25 persen.

Baca Juga : Pesepeda Disabilitas Boleh Melintas Di Thamrin-Sudirman

"Pandemi telah mempercepat transformasi digital di pasar Indonesia dan di kalangan konsumen Indonesia," imbuhnya.

Untuk itu, kata Handoko, Astra Financial bertekad menjadi platform solusi keuangan terintegrasi terbaik dan pilihan masyarakat. Serta menjadi platform terpercaya dalam memberikan solusi keuangan.

"Salah satu langkah kami menjadi Moxa terdaftar di OJK sebagai platform digital teknologi lengkap pertama," pungkasnya. [DWI]