Dark/Light Mode

Hilirisasi Harus Jalan Terus

Jokowi: Jangan Grogi Digugat Di WTO, Siapkan Lawyer Internasional

Rabu, 13 Oktober 2021 15:28 WIB
Hilirisasi Harus Jalan Terus Jokowi: Jangan Grogi Digugat Di WTO, Siapkan Lawyer Internasional

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menegaskan, kita tidak boleh takut menghadapi setiap tantangan dalam upaya hilirisasi atau industrialisasi, yang bertujuan meningkatkan skala perekonomian nasional dan kemandirian bangsa.

Menurutnya, ada tahapan-tahapan transisi dalam upaya tersebut. 

Dalam tahapan itu, kita harus berani mengatakan tidak terhadap hal-hal yang menghambat hilirisasi, seperti saat kita mengatakan tidak pada nikel.

Berita Terkait : Jokowi: Kita Jangan Cuma Jadi Tukang Gali Dan Tukang Tangkap Ikan

"Meski kita digugat di WTO, ya nggak apa-apa. Nikel-nikel kita, barang-barang kita, ya terserah kita. Mau kita jadikan pabrik di sini, barang di sini, ya hak kita dong. Kalau ada yang gugat, kita hadapi," kata Jokowi dalam pengarahan Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII dan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/10).

"Kalau digugat, kita jangan mundur lagi. Kesempatan tidak akan datang lagi. Ini kesempatan kita mengintegrasikan industri-industri besar yang ada di dalam negeri," tegasnya.

Jokowi menekankan, semua komoditas yang ada, harus didorong untuk hilirisasi, industrialisasi.

Berita Terkait : Aplikasi Perseroan Perorangan Diluncurkan, Pembayaran Lewat BNI

Nikel misalnya, harus diolah jadi katoda baterai. Stainless steel, menjadi baterai lithium, yang nantinya diintegrasikan dengan industri otomotif.

Ini penting agar kita tidak terus-terusan kehilangan kesempatan, seperti saat terjadi booming minyak dan kayu di masa lalu. 

Sekarang ini, kesempatan besar, opportunity yang ada saat ini adalah mobil listrik. Jokowi bilang, kita tak boleh kehilangan kesempatan lagi.

Berita Terkait : Main Bola Pada Pembukaan PON, Jokowi: Mari, Tunjukkan Prestasi!

Jangan lagi kita mengekspor nikel dalam bentuk raw material. Stop ekspor bahan mentah.

 "Kita akan paksa, entah itu BUMN, swasta, atau investor untuk mendirikan industrinya di dalam negeri. Dua atau tiga tahun lagi, Bapak Ibu bisa lihat, yang namanya mobil listrik akan banyak bermunculan dari negara kita. Entah itu hasil kerja sama BUMN dengan swasta luar atau swasta sendiri. Yang jelas, nilai tambah itu ada di dalam negeri," tandas mantan Gubernur DKI Jakarta itu. 
 Selanjutnya