Dewan Pers

Dark/Light Mode

Di Tengah Ketidakpastian Harga BBM, PLN Buka Kerjasama SPKLU Dengan Swasta

Rabu, 27 Oktober 2021 13:33 WIB
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). (Dok. PLN)
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). (Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) terus berupaya menyajikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik maupun pelaku usaha dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik.

Komitmen tersebut ditandai dengan hadirnya website khusus untuk layanan kemitraan penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan promo layanan home charging.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan melalui website ini nantinya para badan usaha yang hendak turut serta dalam membangun SPKLU bisa mendaftar melalui kanal tersebut.

"Untuk bisa menjadi partner dari pengembangan SPKLU ini sangat mudah. Para Badan Usaha yang tertarik hanya tinggal mengakses https://layanan.pln.co.id/partnership-spklu," ungkap Bob di Kantor Pusat Sertifikasi PLN, Jakarta, Selasa (26/10).

Dilanjutkannya, setelah para pengusaha mengakses, maka langsung ada kolom menjadi mitra. Pengusaha tinggal ikuti langkahnya dan kemudian PLN akan segera menindaklanjuti.

Berita Terkait : Kadin Lanjutkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi

"Kami ingin membuat ekosistem kendaraan listrik ini tumbuh. Kami terbuka untuk bekerja sama dengan pengusaha yang tertarik," tambah Bob.

Dilanjutkannya, kemitraan ini penting, sebab, pengadaan SPKLU ini menjadi ceruk bisnis baru bagi dunia usaha di tengah harga Bahan Bakar Minyak global yang tidak menentu.

Tercatat, saat ini sudah terdapat 187 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang beroperasi di seluruh Indonesia.

"PLN berkontribusi sebesar 47 unit SPKLU dan hingga akhir tahun nanti akan ada 67 unit SPKLU tambahan. Ini merupakan dukungan aktif PLN dalam memasifkan kendaraan listrik di Indonesia," ujar Bob.

Berkembangnya tren kendaraan listrik di Indonesia saat ini menjadi peluang bisnis baru bagi semua pihak. Peluang bisnis ini tidak hanya terbatas di kota-kota besar saja.

Berita Terkait : Pemerintah Diminta Kendalikan Harga Batu Bara Untuk Domestik

Bob mencontohkan bahkan di daerah Asmat, Papua sendiri porsi penggunaan motor listrik bahkan mencapai 100 persen. Pada 2020, penjualan mobil listrik naik 46 persen.

Hal ini berbanding terbalik dengan mobil konvensional yang justru penjualannya menurun hingga 14 persen.

Ditambah, hasil riset juga menunjukkan minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik dinilai berada di atas rata-rata keinginan warga negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan roadmap yang disusun Kementerian ESDM, potensi jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2030 mencapai 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik dengan 31.859 unit SPKLU.

Jumlah kendaraan listrik ini diharapkan bisa menekan impor BBM sekitar 6 juta kilo liter pada tahun tersebut.

Berita Terkait : Cegah Perubahan Iklim, RI-Belanda Mantapkan Kerja Sama Dengan Negara Pasifik

"Melihat peluang tersebut, PLN mengajak semua pihak untuk memanfaatkan ceruk bisnis ini. PLN akan menyediakan Surat Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) milik PLN bagi badan usaha yang ingin bekerja sama," lanjut Bob.

PLN, kata dia, juga menyiapkan suplai listrik, serta dukungan aplikasi Charge.IN dalam pengelolaan SPKLU. Sementara mitra dapat berperan sebagai penyedia fasilitas isi daya kendaraan listrik, penyedia lahan maupun properti, serta penyedia operasional dan pemeliharaan SPKLU.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari mentargetkan pada tahun ini ada 572 SPKLU yang beroperasi.

Untuk bisa mencapai hal tersebut, Ida mengapresiasi langkah PLN yang terus berperan aktif membangun dan juga mengajak semua pihak untuk bisa bersama-sama mengakselerasi ketersediaan infrastruktur kendaraan listrik ini.

"ESDM mengapresiasi PLN dan semua stakeholder dalam komitmen mendukung ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) ini. Pemerintah juga mengapresiasi PLN atas pembangunan dan kesiapan aplikasi pendukungnya dan produk layanan yang memberikan keleluasaan kepada pelanggan," ujar Ida.
 Selanjutnya