Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Contohkan Jepang, Sekjen Kemenkumham Minta Jajarannya Tingkatkan Disiplin Dan Etos Kerja
Rabu, 5 Januari 2022 16:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Komjen Andap Budhi Revianto mengatakan, kedisiplinan masyarakat Jepang dalam menerapkan etos kerja adalah kunci utama masyarakat dan negara itu menjadi yang disegani di dunia.
Etos kerja Jepang adalah satu yang paling menonjol. Tidak hanya di Asia, bahkan di dunia. Etos kerja yang tinggi menjadikan negara yang luluh lantak karena kalah perang itu berubah secara cepat menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia hanya dalam waktu relatif singkat.
"Orang Jepang sudah menanamkan budaya disiplin dan etos kerja yang luar biasa sejak dini. Hal ini yang menjadikan Jepang sebagai negara modern, kuat dan disegani," ujar Andap, di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu (5/1).
Baca juga : Otoritas Johor, Malaysia Larang Warganya Tiktokan Di Tengah Situasi Banjir
Jepang memang identik dengan kedisiplinan dalam segala hal. Seperti, ketepatan waktu, kebersihan, dan ketaatan pada aturan. Kedisiplinan dan etos kerja seperti sudah mendarah daging sehingga akan merasa malu jika tidak menerapkannya.
Disiplin dan etos kerja yang tinggi itu yang ditekankan oleh Andap saat memberikan arahan kepada seluruh ASN Kemenkumham. Seperti di Jepang, kata Andap, etos kerja dan disiplin harus dimulai dari awal.
"Ini adalah awal tahun. Awal yang baik dalam memulai sesuatu yang baru. Awali dengan tekad untuk meningkatkan disiplin dan menciptakan etos kerja yang tinggi," imbaunya.
Baca juga : Sekjen Kemenkumham: Awali Tahun 2022 Dengan Semangat
Seperti orang Jepang, disiplin harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam melakoni peran sebagai pelayan masyarakat. Dalam hal ini, orangtua memiliki peran vital. Mereka tidak hanya memberikan petuah, tetapi memberikan contoh dan teladan yang baik dan bisa ditiru anak-anaknya.
Peran orangtua Jepang memberikan teladan disiplin bagi anaknya, dapat mengilhami para pimpinan Kemenkumham untuk mengambil peran sebagai "orangtua" dalam meneladankan kedisiplinan bagi stafnya. Jika pimpinan disiplin dan taat aturan, maka akan tercipta budaya disiplin dalam lingkungan kerja Kemenkumham.
"Jajaran Kemenkumham harus memiliki integritas, kejujuran, keuletan, kemauan, dan kemampuan untuk bekerja keras. Lingkungan kerja yang menjunjung kedisiplinan akan menciptakan budaya malu ketika melanggar aturan," imbaunya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya