Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cek Pembangunan Mercusuar Di Perbatasan

Wamenhan: Nggak Boleh Lagi Ada Tanah Kita Yang Diambil Negara Lain

Jumat, 14 Januari 2022 19:48 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (menunjuk) dan Wamenhan M. Herindra. (Foto: ist)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (menunjuk) dan Wamenhan M. Herindra. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pertahanan, M Herindra mengatakan, tidak boleh lagi ada sejengkal tanah Indonesia yang diambil negara lain.

Hal tersebut dikatakan Herindra saat meninjau, pembangunan mercusuar dengan struktur permanen dan helipad di Karang Singa di perairan utara Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Batam, Kamis (13/1). Daerah ini merupakan daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura.

Berita Terkait : Dosen Mercu Buana, Tingkatkan Kemampuan Guru di Wilayah Jakarta Barat Secara Digital

Turut ikut dalam kunjungan kerja tersebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia.

Pembangunan mercusuar dan helipad ini dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan dan akan dilanjutkan oleh Kementerian Perhubungan. Adanya mercusuar dengan struktur permanen ini adalah untuk menjadi titik penanda kedaulatan Indonesia.

Berita Terkait : Dipertimbangkan, Pembatasan Kedatangan Dari Luar Negeri

"Kita tidak ingin kejadian sengketa antara Indonesia dan Malaysia terkait perebutan Pulau Sipadan dan Ligitan yang akhirnya dimenangkan Malaysia di Mahkamah Internasional pada 2002 terulang,” ujar Wamenhan Herindra.

Pulau Karang Singa terletak di Selat Malaka, salah satu yang jalur lalu lintas laut terpadat di dunia sehingga harus dijaga dan diberi tanda bahwa itu merupakan wilayah NKRI. Di perbatasan internasional ini, negara Singapura telah menguasai teritorial Batu Putih (Pedra Branca). Negara Malaysia sudah menguasai Karang Tengah (Middle Rock). 

Berita Terkait : Cegah Penyebaran Omicron, Wapres: Tidak Boleh Ada Dispensasi Karantina

Adapun Tito Karnavian mengatakan, poin penting pembangunan mercusuar ini adalah mengimbangi infrastruktur yang telah dibangun pemerintah Malaysia yang telah membangun struktur permanen dan helipad di wilayah Middle Rock.

Sedangkan di Pulau Karang Singa hanya ada pelampung yang ukurannya kecil. "Poin pentingnya adalah jangan jomplang. Di Malaysia mereka sudah membangun struktur permanen, sementara wilayah kita itu hanya ada 'buoy' saja. Belum permanen," kata dia. [DIT]