Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kunjungi Peternakan Sapi Deli Serdang, Mentan Pastikan Stok Di Sumut Dan Aceh Aman

Kamis, 3 Maret 2022 18:22 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan kerja ke peternakan sapi di wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (3/3)/Ist
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan kerja ke peternakan sapi di wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (3/3)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) kembali melakukan kunjungan ke peternakan sapi di wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk memastikan ketersediaan sapi siap potong untuk masyarakat aman dan tercukupi. 

Dalam kunjungannya, SYL menyampaikan bahwa masyarakat seharusnya tidak perlu khawatir dan termakan isu tentang kekurangan daging sapi.

“Ketersediaan daging untuk masyarakat Sumatera Utara dan sekitarnya aman dan tercukupi hingga nanti Lebaran,” ucapnya di sela-sela kunjungan ke PT Juang Jaya Abdi Alam di Deli Serdang, Kamis (3/3).

PT Juang Jaya Abdi Alam milik Dicky Adiwoso merupakan salah satu perusahaan peternakan yang fokus menggemukkan sapi dari jenis Brahman Cross yang didatangkan dari Australia. 

Perusahaan peternakan sapi terbesar di Sumatera ini mempunyai ketersediaan sapi sebanyak 3.600 ekor di Deli Serdang dan 18.000 ekor di Lampung. 

Berita Terkait : Kunjungi Cold Storage Di Jaktim, Mentan Pastikan Pasokan Daging Sapi Aman

SYL menyampaikan, dengan melihat ketersediaan sapi di tempat tersebut, dia yakin ketersediaan sapi siap potong cukup untuk memenuhi kebutuhan wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya hingga Mei-Juni.

“Dengan melihat ketersediaan di Jawa yang kemarin kami kunjungi, khususnya Jabodetabek, Sulawesi dan hari ini kita di Sumatera Utara, semua aman. Seperti apa yang mereka laporkan ke kita sama dengan yang di lapangan, dan kita dapat lihat ketersediaan sapi cukup,” ungkap SYL. 

Secara keseluruhan ,mereka menyampaikan tidak ada masalah untuk usaha penggemukan sapi berikutnya. Termasuk kontrak dengan negara-negara yang memberikan peluang bisnis untuk perusahaan-perusahaan ini tidak ada masalah, dan harga pun juga masih sesuai, belum ada kenaikan yang signifikan.

“Jika kita lihat ketersediaan sapi-sapi di sini kita yakin dapat menyuplai kebutuhan sapi siap potong untuk Ramadhan hingga Lebaran nanti,” ujar SYL.

Dia menyampaikan, sesuai arahan Presiden agar memvalidasi data yang dilaporkan secara periodik telah ia lakukan di lapangan. Menurutnya, datanya sama, ketersediaan daging dan sapi cukup, sehingga jika terjadi dinamika harga saat adanya momen-momen tertentu itu wajar. 

Berita Terkait : Kunjungi Peternakan Di Tangerang, Mentan: Stok Sapi Siap Potong Aman Hingga Lebaran

“Tapi, jangan sampai ada kekhawatiran yang berlebihan karena dikiranya ada kekurangan stok. Padahal stok mencukupi dan bahkan berlebih,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, berdasarkan update data per 2 Maret 2022 hasil pendataan dan verifikasi secara faktual data ketersediaan daging sapi/kerbau Maret hingga Mei 2022 sebanyak 234.091,2 ton, sedangkan kebutuhan sebanyak 202.937,8 ton, sehingga masih ada surplus sebanyak 31.153,4 ton. 

Komposisi ketersediaan daging tersebut terdiri dari: (1). Produksi Sapi/Kerbau Lokal sebanyak 445.884 ekor atau setara daging 80.268,0 ton; (2). Total Sapi Bakalan Impor siap potong pada bulan Maret-Mei sebanyak 143.464 ekor atau setara daging 27.500,6 ton; (3). Daging Sapi/Kerbau beku impor sebanyak 95.114,8 ton. 

Menurutnya, validasi data prognosa ketersediaan dan kebutuhan daging sapi/kerbau ini secara periodik telah dibahas bersama dengan Kementerian dan Lembaga terkait lainnya, serta asosiasi peternakan. Sentra-sentra sumber produksi sapi juga ada tersedia by name by address.

Sementara, David Yasin, Manager Farm PT Juang Jaya Abdi Alam menyampaikan, populasi sapi saat ini sebanyak 3.643 ekor, dengan sapi siap potong untuk Maret 2022 sebanyak 950 ekor dan untuk April sebanyak 1.450 ekor, serta Mei sebanyak 1.250 ekor.

Berita Terkait : Ribuan Warga Ukraina Di Ambang Kematian

Menurutnya, untuk menambah populasi sapi, PT Juang Jaya Abdi Alam berencana impor pada Maret 2022 sebanyak 1.800 ekor.

Berikutnya juga akan dilakukan impor pada April sebanyak 1.200 ekor. Distribusi saat ini ke Sumatera Utara 68-70 persen dan Aceh 30-32 persen. [KAL]