Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Inggris Vs Argentina, Duel Mental Juara Menuju Final Piala Dunia 2026
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- Pelita Harapan Group Perluas Jaringan Ekosistem Pendidikan Di Bandung
- Purbaya: Rating BBB Dari S&P Buktikan Sentimen Negatif RI Tak Terbukti
Gandeng DPR, BAKTI Kominfo Gelar Webinar Dasar-dasar Digital Journalism
Jumat, 4 Maret 2022 18:10 WIB
Sebelumnya
Amanda Paulien Komaling mengutip kalimat bapak Prof Bagir Manan, Ketua Dewan Pers 2 periode, 2010 - 2016. "Di era serba cepat, serba instan, mendorong media berkompetisi kian ketat. Ekses yang timbul adalah berita yang tidak akurat, tidak berimbang, cenderung dangkal dan sepotong-sepotong," tuturnya.
Baca juga : HUT Ke-19, KBPP Polri Gelar Apel Dan Ziarah Di TMP Kalibata
Dia melanjutkan, media berlomba merespon isu dan menggulirkan sebagai berita ke masyarakat yang kian gamang karena di gempur berbagai informasi, tapi seringkali gagal menggali akar permasalahan serta menawarkan alternatif solusi. Tatkala kredibilitas media terpuruk, di situlah nilai penting kemerdekaan pers yang profesional terancam.
Baca juga : Gandeng iStyle.id, Bank Mandiri Garap Nasabah Pecinta BTS Army
"Closing statement be passionate and be involved in what you believe in, and do it as thoroughly and honestly and fearless as you can," paparnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya