Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kementan Pastikan Penyakit LSD Sapi Tidak Berbahaya Bagi Kesehatan Masyarakat
Senin, 14 Maret 2022 08:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan penyakit kulit berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi yang sedang berjangkit di Provinsi Riau tidak berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Nasrullah dalam siaran persnya, Sabtu (12/3).
"Penyakit ini tidak menular dari hewan ke manusia, atau bukan penyakit Zoonosis,” katanya.
Menurut Nasrullah, sapi atau kerbau yang tertular LSD dan telah sembuh, produknya seperti daging masih dapat dikonsumsi setelah dihilangkan bagian-bagian yang terdampaknya.
Baca juga : Airlangga Pompa Daya Beli Masyarakat Miskin
"Pastikan daging yang akan dikonsumsi berasal dari rumah potong hewan yang diawasi oleh dokter hewan," tambahnya.
Dia mengatakan, daging yang dijual di masyarakat, selama memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) atau berasal dari rumah potong hewan yang memiliki NKV, pasti telah diperiksa kesehatannya sebelum ternaknya dipotong dan setelah dipotong.
"Masyarakat tidak usah khawatir atau ragu membeli dan mengkonsumsi daging sapi/kerbau," imbuhnya.
Dia juga meminta kepada masyarakat agar hewan yang masih sakit tidak dijual, dilalulintaskan atau dipotong.
Baca juga : Kecewa Dengan Putusan MA, KPK: Tidak Mencerminkan Keagungan Sebuah Mahkamah
Sementara, Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Nuryani Zainuddin menyampaikan, perkembangan penanganan LSD di Riau pasca penetapan pandemi, saat ini kasus LSD telah terkonfirmasi di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau, dan upaya pemberantasan intensif terus dilakukan.
“Kementan tengah mempersiapkan vaksinasi massal LSD di Riau. Vaksinnya sudah kita siapkan," jelasnya.
Nuryani menyampaikan, pada Minggu kedua Maret ini, 147 orang petugas kesehatan hewan yang terdiri dari dokter hewan dan paramedis sudah siap diterjunkan melakukan vaksinasi, setelah mendapatkan pelatihan dari tim pusat.
“Kita juga siapkan program sosialisasi kepada semua tingkatan pemangku kepentingan untuk mendukung program ini," ungkapnya.
Baca juga : Pemerintah Bakal Libatkan Media Dan Masyarakat
Nuryani menambahkan, selain dengan dukungan APBN dan APBD, pengendalian LSD di Riau juga mendapatkan dukungan dari program Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) dan Global Health Security Program Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).
"Dukungan dari Pemda dan mitra kerja aama ini sangat penting untuk melaksanakan tindakan darurat di lapang. Semoga LSD di Riau dapat segera kita redakan dan tidak menyebar ke wilayah lainnya," pungkasnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya