Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Muhadjir: Perpustakaan Harus Semesta, Jangkau Yang Sekolah Dan Tak Sekolah
Rabu, 30 Maret 2022 16:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan. Berdasarkan definisi Undang-Undang (UU) Nomor 43/2007, perpustakaan merupakan salah satu tempat untuk mendapatkan koleksi buku-buku yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas sebagai sumber pembelajaran dan memperoleh ilmu pengetahuan.
Karena itu, menurut Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, keberadaan perpustakaan harus dapat menjangkau dan dijangkau seluruh masyarakat semesta tanpa terkecuali. "Baik mereka yang sedang bersekolah tidak bersekolah, yang bekerja, itu betul-betul memanfaatkan perpustakaan yang tersedia untuk kepentingan yang lebih produktif," ujarnya, dalam Rakornas Perpustakaan 2022, di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (30/3).
Baca juga : Puan: Pemerintah Harus Bisa Stabilkan Harga Pangan Sebelum Ramadan
Untuk dapat menjangkau masyarakat, Muhadjir mengatakan, perpustakaan harus bisa beradaptasi dan membangun ekosistem digital. Terutama untuk Perpustakaan Nasional (Perpusnas), menjadi sangat penting untuk mendorong peralihan menuju digitalisasi.
"Sebetulnya ini bukan suatu pilihan, tapi suatu keharusan untuk perpustakaan kita menuju ekosistem digital. Perpustakaan Nasional itu adalah menjadi induk atau pusat dari jaringan perpustakaan seluruh Indonesia, baik yang ada di sekolah, pemerintah daerah, maupun di komunitas," tutur mantan Mendikhud ini.
Baca juga : Pantau Ketersediaan Dan Harga Bahan Pangan, Satgas Pangan Polri Terjunkan Tim
Muhadjir melanjutkan, selain perubahan menuju digitalisasi, indikator keberhasilan perpustakaan dalam menjangkau masyarakat juga harus diubah. Keberhasilan perpustakaan tidak diukur dari seberapa banyak pengunjung yang datang, banyaknya koleksi, peminjaman buku, atau akes terhadap sumber bacaan. Tetapi yang lebih penting adalah, setelah masyarakat datang ke perpustakaan, ada produk hasil output yang dihasilkan. "Jangan sampai hanya sekadar baca setelah itu tidak ada hasil yang bisa diukur," ujarnya.
Selain itu, kata Muhadjir, perpustakaan juga harus bisa memperluas jangkauan masyarakat hingga tingkat terkecil. Tidak hanya di tingkat kelurahan atau desa, tetapi harus bisa menjangkau sampai tingkat RT/RW.
"Kalau bisa bukan lagi mereka yang datang ke perpustakaan, tetapi perpustakaanlah yang mendatangi mereka yang membutuhkan. Karena itu perpustakaan mobil ini juga menjadi tujuan dari kita. Saya kira di Perpusnas juga sudah ada paket perpustakaan bergerak," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menyampaikan, Rakornas Perpustakaan 2022 yang mengangkat tema "Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional" merupakan perwujudan dari arahan Presiden Jokowi bahwa transformasi harus dipercepat. "Ini juga merupakan strategi untuk mempercepat terjangkaunya masyarakat di luar dari informasi-informasi dari koleksi yang kita sediakan, dan ini lebih mempermudah karena mensiasati keterbatasan karya cetak," tuturnya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya