Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jelang Idul Adha, Mentan Pastikan Pasokan Daging Dan Sapi Aman

Minggu, 5 Juni 2022 08:47 WIB
Mentan meninjau cold storage daging PT Indoguna di Cikupa, Tangerang, Sabtu (4/6/22)/Ist
Mentan meninjau cold storage daging PT Indoguna di Cikupa, Tangerang, Sabtu (4/6/22)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) turun ke lapangan untuk mengecek ketersediaan stok daging sapi dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. 

Dari hasil peninjauan, stok daging sapi dalam negeri hingga saat ini sebesar 42.269 ton, mampu memenuhi kebutuhan hingga pasca Idul Adha dan dipastikan terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Hari ini saya bersama Dirjen Peternakan dan jajaran Kementerian Pertanian yang bertanggung jawab akan ketersediaan daging dan produk ternak, langsung cek ketersediaan daging kita menghadapi Idul Qurban yang sebentar lagi, dan dipastikan stok daging aman dan cukup untuk konsumsi dalam negeri," ujar SYL saat meninjau cold storage daging PT Indoguna di Cikupa, Tangerang, Sabtu (4/6/22).

Berita Terkait : Di Malang, Kementan Gelar Pengobatan Sapi Bergejala PMK

SYL mengatakan, untuk menjamin ketersediaan stok daging, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Daerah terus melakukan upaya penanganan dan pengendalian PMK yang menjangkit ternak di beberapa daerah. Guna mencegah penyebaran, saat ini dilakukan pembatasan lalu lintas ternak secara ketat.

"Kita tidak perlu khawatir karena pasokan dari daerah yang masuk zona hijau, yakni daerah yang tidak ada kasus PMK sangat cukup untuk kebutuhan kita khususnya untuk Idul Adha,” jelasnya.

Pihaknya akan terus menjaga dan memantapkan proses distribusi sapi, sehingga supply dan demand ternak dapat berjalan lancar. Yang terpenting, daging sapi aman dikonsumsi.

Berita Terkait : Mentan Mendukung Pengaman Pasokan Bahan Baku Pupuk NPK

Lebih lanjut SYL mengatakan, kolaborasi semua pihak sangat diperlukan dalam mencegah penyebaran PMK utamanya pada setiap daerah. Sesuai data, tingkat kesembuhan ternak yang terdampak PMK menunjukkan tren positif dan upaya pengendalian masih terus ditingkatkan.

"Kita tidak menganggap enteng kasus PMK, tetapi dalam menangani hal ini kami perlu kerja sama dengan semua pihak," ujarnya.

SYL menambahkan, pihaknya bersama pemerintah daerah dan Kepolisian fokus bekerja sesuai tugas dalam pengendalian PMK yang sudah disusun. 

Berita Terkait : Mentan SYL Dukung Pengamanan Pasokan Bahan Baku Pupuk NPK

Posko crisis center terus diawasi secara aktif, tenaga medis hewan bekerja menangani wabah ini dengan optimal dan pelatihan untuk edukasi para penyuluh dan lainnya juga terus dilakukan. 

"PMK ada dan tidak membahayakan manusia. Kita juga sudah minta fatwa MUI dan sudah keluar. Ini bukti negara hadir untuk mengendalikansemua berjalan baik," tutupnya.■