Dark/Light Mode

Dukung Lingkungan Bersih

Konsep Ekonomi Sirkular... Disiapkan Khusus Buat IKN

Minggu, 31 Juli 2022 07:55 WIB
Ilustrasi Ibu Kota Nusantara. (Foto: Instagram @nyoman_nuarta)
Ilustrasi Ibu Kota Nusantara. (Foto: Instagram @nyoman_nuarta)

 Sebelumnya 
Aspek yang kedua adalah mobility. Nanti aspek tersebut diyakini menjadi hal-hal yang krusial. Sehingga perlu disiapkan, mulai dari konstruksi hingga implementasi.

Berikutnya, ketiga, adalah aspek pendukung infrastruktur pemukiman di sana. Termasuk energi, air, sampah, limbah dan sebagainya.

Ia mencontohkan konsep ekonomi sirkular dalam proses pembangunan. Saat dimulainya konstruksi akan ada 200 ribu lebih tenaga kerja yang akan bekerja di IKN. Nantinya, 200 ribu orang itu pasti akan meng­hasilkan limbah sampah dan sebagainya.

Baca juga : Ekonomi Kita Tahan Banting

Jika seorang pegawai membuang sampah sebanyak 2 kilogram sehari, maka akan ada 200 ribu ton sampah sehari di dalam konstruksi itu.

Itu baru sampah domestik. Belum sampai sampah yang lain. Maka harus ada solusi-solusi cepat menghindari lonjakan sampah tersebut.

“Nanti para pekerja pasti akan makan. Nanti makannya jangan diberikan bungkusan atau kertas tetapi sediakan kantin. Dengan begitu bisa mengurangi beban untuk pengolahan sampah. Itu salah satu aspek sirkular yang kecil,” tandas Medrilzam.

Baca juga : Ciptakan Lingkungan Bersih, AZWI Dukung Pembatasan Sachet

Dalam diskusi tersebut, Koordinator Tim Ahli Transisi IKN Wicaksono Sarosa mengatakan, IKN diharapkan akan menjadi kota yang berkelanjutan atau sustainable city. Sekaligus menjadi salah satu penggerak ekonomi Indonesia di masa depan.

“Ini menjadi simbol identitas nasional yang mempresentasi berbagai ciri bangsa dan menunjukkan ekonomi yang sehat,” ujarnya.

Wicaksono mengatakan, konsep ekonomi sirkular bukan hanya persoalan sampah. Sebab, ada indikator yang mengatakan bahwa 60 persen dari timbunan limbah padat di tahun 2045, didaur ulang.

Baca juga : Ekonomi Sirkular dan Bisnis Berkelanjutan Kunci Pelestarian Bumi

“Demikian pula 100 persen dari limbah cair yang diolah melalui sistem pengolahan air limbah domestik terpadu pada tahun 2035 targetnya. Bahkan lebih cepat lagi,” imbuhnya.

Wicaksono pun menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung ekonomi sirkular untuk IKN. Terutama Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Kementerian PPN/Bappenas, UNDP, UN-PAGE dan FMB9.

Ia berharap, semua pihak ikut menyongsong IKN dengan konsep ekonomi sirkular. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.