Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kick Off Gerakan Revolusi Mental Di Jaksel

Masih Ada Warga Tinggal Di Tempat Kurang Layak

Sabtu, 6 Agustus 2022 07:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat menghadiri kick off Gerakan Nasional Revolusi Mental di Kampung Ghasong, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (6/8/2022). (Foto: Humas Kemenko PMK)
Menteri Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat menghadiri kick off Gerakan Nasional Revolusi Mental di Kampung Ghasong, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (6/8/2022). (Foto: Humas Kemenko PMK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masih banyak warga perkotaan yang belum mendapatkan pemenuhan hak-hak dasar. Ada yang kekurangan air bersih, air minum serta sarana mandi, cuci, kakus (MCK).

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, saat menghadiri kick off Gerakan Nasional Revolusi Mental di Kampung Ghasong, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan (Jaksel), kemarin.

“Saya berharap, Gerakan Nasional Revolusi Mental memperkuat pembangunan karakter masyarakat. Khususnya yang ada di Kampung Ghasong ini dengan menjunjung tinggi nilai etis kerja, gotong royong dan integritas dalam kehidupan sehari-hari,” kata Muhadjir, kemarin.

Pada kesempatan itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini juga menyambangi beberapa rumah warga yang ada di Kampung Ghasong untuk melihat kondisi rumah secara langsung.

Berita Terkait : Literasi Digital Jadi Salah Satu Syarat Bangun Teknologi

Menurutnya, masih diperlukan perbaikan terhadap beberapa fasilitas yang ada di Kampung Ghasong.

“Perlu dilakukan perbaikan pada fasum berupa air bersih, air minum, terutama pembuatan MCK yang aman. Sehingga anak-anak di sini bisa hidup sehat,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pantauannya, masih ada warga yang memiliki fasilitas tempat tinggal kurang layak.

 

Padahal, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, mewujudkan masyarakat Indonesia mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang.

Berita Terkait : Ini Masukan Asosiasi Kelapa Sawit Agar Harga Bibit Migor Naik

Pembangunan diharapkan berlandaskan pada keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

Untuk mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045, pemerintah saat ini fokus dalam pembangunan sumber daya manusia

Peran perguruan tinggi dibutuhkan dalam penguatan sumber daya manusia melalui Nation and Character Building.

Selain itu, Muhadjir juga berpesan agar pemenuhan hak-hak dasar wajib dilakukan oleh Pemerintah, sehingga dapat menciptakan masyarakat sehat dan berkualitas.

Berita Terkait : Komnas HAM Sebut Brigadir J Masih Hidup Saat Tiba Di Duren Tiga, Sempat Tes PCR

“Misalnya seperti pembuatan fasum tadi, lalu pelayanan kepemilikan NIK maupun yang belum mendapatkan KIP bagi anak-anak di sini wajib terpenuhi seluruhnya. Sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia unggul,” terangnya. ■