Dark/Light Mode

Bakal Serap 3.000 Tenaga Kerja dan Dukung Industri KA Nasional

INKA Bangun Pabrik KA Terbesar se-Asia Tenggara di Banyuwangi

Rabu, 17 Juli 2019 14:10 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) saat meninjau progres pembangunan pabrik kereta api milik PT INKA di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (17/7). (Foto: Humas BUMN)
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) saat meninjau progres pembangunan pabrik kereta api milik PT INKA di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (17/7). (Foto: Humas BUMN)

 Sebelumnya 
Pada kesempatan yang sama, PT INKA juga menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) ke penduduk setempat berupa pembangunan 15 unit fasilitas MCK senilai Rp 150 Juta, bantuan renovasi fasilitas umum di SD Ketapang 6 senilai Rp 100 juta dan renovasi sarana tempat ibadah Pondok Pesantren Ketapang senilai Rp 150 juta. Bantuan ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial PT INKA kepada warga, di sekitar area pembangunan workshop.

Kerja sama INKA dengan SMK Banyuwangi

Dalam kunjungannya, Rini juga menyaksikan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara PT INKA dengan dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banyuwangi, yakni SMK 1 Glagah dan SMK Cordova. Kerja sama tersebut berupa pendampingan dan pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan sesuai kebutuhan industri (link and match) di SMK Cordova, Banyuwangi.

Baca juga : Swiss Mau Bangun Pabrik Kereta Api Di Banyuwangi

"Sektor perkeretaapian merupakan salah satu industri manufaktur, yang membutuhkan tenaga kerja dan tenaga ahli dari lulusan SMK. Nantinya, lulusan SMK akan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Sehingga, lulusan SMK bisa langsung terserap untuk industri KA nasional," papar Rini.

Hal ini membuktikan bahwa BUMN bisa berperan aktif melakukan proses link and match antara dunia pendidikan dengan yang dibutuhkan dalam dunia industri.

“Kita membantu SMK, dan juga SMK membantu kita dalam memproduksi KA pnasional. Artinya, kita sebagai BUMN dapat memberikan hasil nyata pada para lulusan SMK dan Politeknik untuk bekerja di BUMN,” jelasnya.

Baca juga : DPR Jajaki Kerja Sama Dengan Beijing

PT INKA juga memberikan bantuan alat praktikum untuk enam SMK Binaan PT INKA di Banyuwangi senilai Rp 90 juta dan bantuan pembangunan fasilitas umum ke lima SMK binaan PT INKA di Banyuwangi senilai Rp 150 juta.

“Saya berharap kerja sama ini bisa dilakukan oleh BUMN-BUMN lainnya, yang juga ada di Banyuwangi maupun wilayah Indonesia lainnya, dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia agar bisa menjadi pelaku industri di Tanah Air,” pungkasnya.

Dalam peninjauan itu, hadir pula Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) Budi Noviantoro, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Achmad Baiquni, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Dolly Pulungan, Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Sulaiman Arif Arianto. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.