Dark/Light Mode

Tanggap Darurat Pasca Bencana Tsunami Selat Sunda

Pasca Tsunami, Layanan Telekomunikasi Hampir Pulih 100 Persen

Kamis, 27 Desember 2018 12:44 WIB
Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik pasca tsunami Selat Sunda di Jalan Raya Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Perbaikan jaringan listrik tersebut selain dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat saat malam hari juga menjadi penopang kebutuhan catu daya untuk BTS layanan telekomunikasi seluler.  (Foto: Dok. PLN)
Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik pasca tsunami Selat Sunda di Jalan Raya Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Perbaikan jaringan listrik tersebut selain dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat saat malam hari juga menjadi penopang kebutuhan catu daya untuk BTS layanan telekomunikasi seluler. (Foto: Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ahmad M Ramli menyatakan, saat ini layanan telekomunikasi  pasca bencana tsunami di Selat Sunda yang melanda Banten dan Lampung Selatan, telah pulih 99,1 persen. 

"Ada 0,9% BTS yang masih terganggu  operasinya. Namun demikian, akses telekomunikasi di lokasi yang BTS-nya down dapat di-cover oleh mobile BTS dan sistem recovery pada saat awal terjadinya bencana," jelas Dirjen Ramli di Jakarta, Rabu (26/12).

Baca juga : Tanggap Darurat, PLN Dirikan Dapur Umum & Pos Pelayanan Kesehatan

Dijelaskan, layanan telekomunikasi sempat mengalami gangguan akibat tidak adanya pasokan jaringan listrik untuk sejumlah Base Transceiver Station (BTS) di wilayah terdampak. Meski begitu, upaya pemulihan terus dilakukan oleh operator telekomunikasi.

"Saat ini, sebanyak 4.687 BTS dari total 4.731 BTS eksisting yang ada di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lampung Selatan sudah dapat beroperasi untuk mendukung kebutuhan telekomunikasi warga," jelas Ramli.

Baca juga : Pemulihan Kelistrikan Pasca Tsunami Selat Sunda Capai 95 Persen

Menurutnya, operator seluler terus melakukan langkah konstruktif. Termasuk, penyediaan genset untuk catu daya BTS. Sedangkan untuk BTS yang belum pulih aliran listrik, Kementerian Kominfo meminta agar operator seluler mengerahkan BTS combat dan mobile genset sebagai cadangan, sehingga layanan telekomunikasi bisa pulih kembali. 

"Kementerian Kominfo akan terus melakukan monitoring terhadap progres BTS yang dalam status down dan melakukan pengukuran terhadap kualitas layanan seluler (Quality of Service/QoS)," papar Ramli. Kementerian Kominfo, menurut Dirjen PPI, terus memantau operator telekomunikasi yang berupaya melakukan pemulihan cadangan listrik untuk mengoperasikan kembali BTS, guna mendukung pelaksanaan penanganan bencana.

Baca juga : Polda Banten Amankan 64 Mobil & 20 Motor

"Akses telekomunikasi merupakan hal vital dalam kondisi bencana. Selain untuk mendukung proses evakuasi penduduk, komunikasi dalam pencarian jenazah, peringatan dini, akses telekomunikasi sangat penting agar penduduk terdampak dapat berkomunikasi dengan handai taulan, teman dan kerabat. Dalam keadaan musibah seperti ini, akses telekomunikasi memiliki peran sangat penting dan strategis," terang Ramli. [HES]  

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.