Dark/Light Mode

12 Calon Bos Proyek BTS Gugur

Ayo, Kominfo Buka Lowongan Lagi Nih

Sabtu, 27 Mei 2023 07:45 WIB
Plt Menkominfo Mahfud MD (tengah) didampingi Sekjen Kemenkominfo Mira Tayyiba (kiri) dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Hary Budiarto menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan seleksi jabatan Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo 2023-2028 di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (26/5/2023). Mahfud menyatakan panitia seleksi jabatan Dirut BAKTI telah melaksanakan seleksi terbuka sejak 11 April 2023, namun dari tes administrasi hingga tahap asessment panitia tidak mendapatkan calon yang memenuhi kompetensi sehingga akan diadakan seleksi terbuka ulang. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom).
Plt Menkominfo Mahfud MD (tengah) didampingi Sekjen Kemenkominfo Mira Tayyiba (kiri) dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Hary Budiarto menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan seleksi jabatan Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo 2023-2028 di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (26/5/2023). Mahfud menyatakan panitia seleksi jabatan Dirut BAKTI telah melaksanakan seleksi terbuka sejak 11 April 2023, namun dari tes administrasi hingga tahap asessment panitia tidak mendapatkan calon yang memenuhi kompetensi sehingga akan diadakan seleksi terbuka ulang. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali melakukan seleksi terbuka jabatan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) yang baru. Dari 12 kandidat yang lolos seleksi tahap awal, tak satu pun lolos masuk tahap berikutnya.

Seleksi Direktur Utama Bakti ini dibuka setelah Anang Achmad Latif ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Base Transceiver Station (BTS). Pelaksana Tugas Menkominfo, Mahfud MD mengajak masyarakat yang memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri sebagai calon Dirut Bakti.

“Saya mengundang para profesional, ahli yang telah memenuhi syarat untuk turut mendaftar. Nggak usah takut. Karena tidak akan dikait-kaitkan dan dilibatkan secara hukum dengan kasus yang sekarang sedang berlangsung,” ucap Mahfud, dalam konferensi pers, di Jakarta, kemarin.

Baca juga : Mahfud: Proses Hukum Kasus BTS Kominfo Tak Menyasar Sembarang Orang

Pria yang juga menjabat Men­teri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhu­kam) ini menjelaskan, proses seleksi yang dilakukan untuk menjadi Dirut Bakti memang sangat ketat. Sebab, lembaga tersebut merupakan pengelola anggaran terbesar di Kominfo. Tak bisa sembarangan memilih pemimpinnya.

“Karena 60 persen anggaran Kominfo dikelola Bakti, maka harus hati-hati,” tegasnya.

Mahfud memastikan, proyek BTS akan terus dilanjutkan demi akses informasi masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan Dirut Bakti yang memiliki kompetensi dan bebas dari korupsi.

Baca juga : Kasus Pencurian Besi Proyek KCJB, Pelaku Bukan Pegawai KCIC

“Tugas Presiden Jokowi kepada saya selaku Plt Menkominfo, melanjutkan proyek menara BTS 4G ini. Karena itu, merupakan bagian dari pelayanan terhadap masyarakat guna kesejahteraan rakyat Indonesia,” tutur Mahfud.

Ketua Tim Seleksi Jabatan Dirut Bakti Hary Budiarto me­nambahkan, seleksi terbuka sebelumnya telah dimulai sejak 11 April lalu. Prosesnya dimu­lai dari kegiatan pengumuman kemudian penerimaan berkas para peserta secara online.

Selanjutnya, tim melakukan seleksi administrasi untuk per­syaratan peserta. Dilanjutkan dengan penulisan makalah serta tes asesmen untuk profil perilaku dan kompetensi.

Baca juga : BMKG Prediksi Sejumlah Kota Berawan Hari Ini

Pada tahap awal seleksi, kata Hary, Kominfo menerima 23 pendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka. Lalu, dari hasil seleksi administrasi diterima 15 peserta yang mengirim­kan persyaratan berkas secara lengkap.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.