Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
12 Calon Bos Proyek BTS Gugur
Ayo, Kominfo Buka Lowongan Lagi Nih
Sabtu, 27 Mei 2023 07:45 WIB
Sebelumnya
Pada tahapan seleksi penulisan makalah, ada 12 peserta yang dinyatakan lolos dan mengikuti tahap asesmen. “Tetapi tidak ada yang memenuhi kompetensi yang telah ditentukan sehingga seluruh peserta yang mengikuti seleksi tahapan asesmen ini dinyatakan tidak lulus,” jelasnya.
Untuk itu, panitia akan melaksanakan seleksi terbuka kembali dalam waktu yang akan diumumkan kemudian. “Kami membuka seluas-luasnya partisipasi masyarakat untuk bisa mengikuti seleksi jabatan Dirut Bakti ini,” tutur Hary.
Baca juga : Mahfud: Proses Hukum Kasus BTS Kominfo Tak Menyasar Sembarang Orang
Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengingatkan, calon Dirut Bakti harus mengerti tentang membangun infrastruktur. Bukan hanya teori, tapi juga praktik. Dia juga harus mengerti regulasi. Tak ketinggalan, punya strategi jitu mewujudkan harapan dan tantangan pengembangan telekomunikasi dan internet, khususnya di daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T).
“Di sisi lain, proyek-proyek di Bakti ini nilainya besar juga mengandung risiko ancaman terkena kasus hukum. Bayangkan, dua pejabat Dirut Bakti dan sebelumnya Kepala BP3TI (cikal bakal Bakti) tersandung masalah hukum dan jadi tersangka. Kasus sekarang akan segera masuk meja hijau,” ungkapnya.
Baca juga : Kasus Pencurian Besi Proyek KCJB, Pelaku Bukan Pegawai KCIC
Menurutnya, Bakti harus efektif dan efisien dalam bekerja didukung pimpinan yang kuat, mengerti tantangan strategi, SDM profesional serta hanya bekerja untuk masyarakat.
“Bakti Reborn harus diwujudkan bukan hanya sekadar citra tapi juga dalam kerja agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan internet broadband,” ingat dia. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya