Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BNPT: Demokrasi Perlu Dikelola Dengan Baik Dalam Menghadapi Intoleransi
Sabtu, 9 September 2023 13:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan, proses demokrasi harus dikelola agar tidak menyebabkan friksi di tengah masyarakat.
Khususnya, dalam menghadapi intoleransi. Sebab, intoleransi merupakan bibit radikalisme.
Baca juga : Moderasi Beragama Penyelamat Generasi Muda dalam Hadapi Polarisasi
“Faktor intoleransi adalah bibit utama dari radikalisme, kalau tidak dikelola dengan baik akan ada friksi-friksi di masyarakat,” kata Rycko, dalam Konsolidasi Kebangsaan bersama Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK), seperti keterangan yang diterima RM.id, Sabtu (9/9).
Pernyataan mantan Kalemdiklat Polri ini mengacu Hasil survei Litbang Kompas 2023, yang menunjukkan intoleransi menempati posisi pertama faktor penyebab polarisasi masyarakat jelang Pemilu 2024.
Baca juga : Komisi I DPR: Peran BPIP Sudah Baik Dalam Mengejewantahkan Nilai-Nilai Pancasila
Rycko mengatakan, faktor intoleransi juga harus diwaspadai karena dapat diikuti faktor-faktor lain. Seperti, hoax, politik pemecah belah dan sebagainya.
Jenderal polisi bintang tiga tersebut lebih lanjut menjelaskan, merebaknya intoleransi di tengah masyarakat merupakan hasil dari gerakan ideologi yang dilakukan oleh sel-sel teroris secara masif, sistematis dan terstruktur.
Baca juga : Kolaborasi Petani Dengan Pabrik AQUA Sukses Atasi Masalah Pengairan Sawah
Menurut Rycko, perlu ada mekanisme bersama dari pemerintah, tokoh agama, masyarakat, termasuk akademisi dan media, untuk berperan dalam membangun kesadaran dan membangun ketahanan nasional, serta menciptakan iklim demokrasi yang sehat.
“Harus dibuat mekanisme secara kebersamaan, dengan tokoh agama, masyarakat, melibatkan semua pihak, jangan kita jadikan demokrasi untuk melakukan kebebasan yang kebablasan," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya