Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Dalam UU IRA, ada pedoman kredit pajak bagi produsen baterai dan kendaraan listrik yang mencakup 370 miliar dolar AS dalam subsidi untuk teknologi energi bersih.
Namun, baterai yang mengandung komponen sumber Indonesia dinilai tidak memenuhi syarat untuk subsidi tersebut.
Aturan tersebut juga bertujuan untuk menghilangkan ketergantungan AS pada China dalam pengembangan rantai pasokan baterai kendaraan listriknya.
Indonesia dinilai tidak memenuhi syarat masuk kredit pajak IRA karena belum memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan AS.
Baca juga : Anies Tunjukin Muka Tidak Cemas
Hal ini yang seolah membuat produk Indonesia nampak dikucilkan Amerika Serikat.
Tak hanya Indonesia, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) juga sepakat untuk melobi AS. Mereka ingin masuk ke dalam kriteria penerima kebijakan IRA.
Luhut berpandangan, sebetulnya ekspor produk nikel Indonesia ke AS sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Bagi Amerika, akan mendapatkan produk murah dalam mengembangkan berbagai produk kendaraan listrik.
Baca juga : Intip Kesiapan Timnas, Jelang Laga Kualifikasi Piala Asia U-23
Sementara bagi Indonesia, sudah pasti ada nilai keuntungan secara ekonomi. Produk nikel nasional akan mendapatkan pasar yang semakin luas.
“Pada dasarnya nikel ini menguntungkan keduanya. Bila Amerika tidak mengizinkan mengekspor sebagian material kita ini, mereka juga mendapat masalah lho. Misalnya, untuk pekerjaan produksi EV (Electric Vehicle) biayanya akan dua kali lipat,” ungkap Luhut.
Sebelumnya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rosan Roeslani mengatakan, Pemerintah terus melakukan negosiasi dengan pihak AS.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Rosan menuturkan, upaya yang dilakukan Indonesia. Antara lain dengan mengajukan mineral kritis, termasuk nikel, masuk ke perjanjian dagang Indo-Pacific Economic Framework (IPEF).
Baca juga : Cegah Intoleransi, Perempuan Sangat Krusial Tentukan Pola Pikir Keluarga
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin 11/9/2023 dengan judul Luhut Minta Paman Sam Jangan Kucilkan Nikel RI
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya