Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Mahfud MD: Negara Hancur Kalau Hukum Tidak Tegak!

Kamis, 9 November 2023 20:33 WIB
Menko Polhukam Prof. Mahfud MD menghadiri agenda Dies Natalis ke57 sekaligus Wisuda Universitas Pancasila tahun ajaran 2022-2023 di Ballroom, Jakarta Convention Center JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (09/11/2023). Foto: Istimewa
Menko Polhukam Prof. Mahfud MD menghadiri agenda Dies Natalis ke57 sekaligus Wisuda Universitas Pancasila tahun ajaran 2022-2023 di Ballroom, Jakarta Convention Center JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (09/11/2023). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator bidang, Politik, Hukum, dan Kemananan (Menko Polhukam) Prof. Mahfud MD menghadiri agenda Dies Natalis ke57 sekaligus Wisuda Universitas Pancasila tahun ajaran 2022-2023 di Ballroom, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (09/11/2023).

Dalam orasinya ilmiahnya di depan ratusan mahasiswa dan civitas akademika, Mahfud menekankan penerapan dan penegakan hukum yang harus menjadi landasan utama.

"Apa yang harus kita lakukan ke depan, tidak lain, kalau ingin tetap menjaga negara ini, kita harus bangun keadilan dan penegakan hukum," ujar Mahfud.

Baca juga : Gelar Temu Daerah, BEM Nusantara DKI Suarakan Keadilan Hukum dan Sosial

Hadir pula sejumlah tokoh nasional dalam acara dies natalis dan wisuda Universitas Pancasila ini, di antaranya Siswono Yudohusodo, Hatta Ali, Agum Gumelar, dan tokoh lainnya.

Ditegaskan Mahfud, hukum adalah panglima tertinggi bagi suatu bangsa dan negara. Sebuah negara bisa hancur jika penegakan hukum tidak tegak.

"Di mana pun, negara hancur kalau hukum tidak ditegakkan dengan benar, hukum dikondisikan, hukum dibuat alat tipu-tipu," ingat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Baca juga : Mahfud Diharapkan Bisa Berikan Kepastian Hukum Bagi Pelaku Usaha

Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 ini juga menambahkan, sejatinya penerapan hukum yang benar tidak perlu adanya pembelajaran.

Karena hukum harus langsung terpatri di dalam hati nurani setiap masyarakat dan khususnya para pemimpin bangsa.

"Kadang ada orang bilang, saya bukan orang hukum, nggak ngerti soal itu. Padahal gampang soal hukum itu, yakni kesadaran hati nurani kita," kata dia.

Baca juga : Mahfud: Kalau Penegakan Hukum Benar, Setengah Masalah Bangsa Kelar

Mahfud pun menyayangkan pejabat dan penyelenggara Pemerintah pembuat instrumen hukum, yang tidak patuh pada apa yang ditetapkan. Jika tidak melaksanakan aturan hukum dengan baik, maka pejabat tersebut tengah berkhianat.

"Ketika pemimpin negara dan pejabat-pejabatnya tidak bisa melaksanakan hukum dengan baik, ia berkhianat terhadap bangsa dan negara ini," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.