Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pusat Data Nasional Dukung Efisiensi Dan Keamanan Digital
Ekonomi Dan Daya Saing Indonesia Bisa Melesat
Senin, 11 Desember 2023 08:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program Transformasi Digital Nasional terus dikebut pemerintah. Salah satunya melalui pembangunan Pusat Data Nasional (PDN). Infrastruktur ini bakal menjadi kunci untuk mengerek produktivitas Pemerintah Pusat, Daerah, dan masyarakat.
Pembangunan Pusat Data Nasional tengah digenjot Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), institusi terdepan dalam merealisasikan agenda Transformasi Digital Nasional.
Transformasi Digital Nasional merupakan agenda Pemerintah sebagai langkah besar untuk membawa Indonesia menjadi negara dengan fundamental ekonomi kuat dan berdaya saing global. Karena, pengguna internet di Indonesia, terus meningkat.
Baca juga : Daya Tahan Ekonomi Kuat Modal Bagus Tarik Investor
Pada 2023, pengguna Internet sudah mencapai 78,19 persen atau menembus 251.626.156 jiwa dari total populasi 275.773.901 jiwa.
Transformasi Digital Nasional diproyeksi akan memberikan berbagai keuntungan bagi Indonesia, di antaranya meningkatkan produktivitas, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan membuka peluang ekspansi pasar. Oleh karena itu, Presiden Jokowi memasukkan agenda itu ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi memaparkan pentingnya pembangunan PDN. Ia menjelaskan, PDN dibutuhkan untuk mendukung akselerasi transformasi digital di Indonesia.
Baca juga : Ratusan Pelaut Sukabumi Yakin Ganjar-Mahfud Jadikan Indonesia Poros Maritim Dunia
“Pusat Data Nasional kita rencanakan dibangun di tiga tempat, di Cikarang, Batam, dan IKN Nusantara,” ungkap Budi Arie dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9): ‘Infrastruktur Digital Menuju 100 Smart City’, di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (03/11).
Pemerintah tengah membangun proyek PDN Cikarang. PDN tersebut ditargetkan selesai pada Oktober 2024.
Pembangunan PDN yang dimulai awal November 2022 itu diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia dalam mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Baca juga : Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik Korea-Indonesia Sukses Digelar
Perlu diketahui, PDN akan menjadi pusat konsolidasi dan interoperabilitas data Pemerintah. PDN memiliki prosesor 25.000 core, storage 40 petabyte, dan memori 200 tera byte (TB). Pusat data ini dibangun sesuai standar internasional Tier 4 dan water cooling system.
“Pembangunan PDN telah menggunakan teknologi yang mumpuni dengan perangkat mesin yang beroperasi 24 jam,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya