Dark/Light Mode

BP2MI Layani Pemulangan 3 Jenazah PMI Setiap Hari, 99 Persen Ilegal

Senin, 29 Januari 2024 14:08 WIB
Foto: BP2Mi
Foto: BP2Mi

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali memberangkatkan 259 Pekerja Migran Indonesia (PMI) skema G to G ke Korea Selatan.

Pelepasan dilakukan secara simbolik di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (29/1/2023).

Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Lasro Simbolon mengatakan, BP2MI melayani pemulangan tiga jenazah PMI setiap harinya. Dari jumlah itu, sebanyak 99,9 persen korban penempatan ilegal.

Oleh sebab itu pelepasan secara simbolik ini penting untuk mengedukasi pentingnya berangkat bekerja ke luar negeri secara resmi.

Baca juga : BNPT: Gaungkan Pemilu Damai, FKPT Dan Duta Damai Sumut Harus Ikut Jaga Persatuan

Lasro mengatakan, terlalu lama image atau citra PMI dipandang sebelah mata baik di dalam dan di luar negeri. Menurut Deputi BP2MI, stigma itu harus dilawan.

"Pekerja Migran Indonesia adalah pejuang keluarga dan pahlawan devisa. Menyumbang bagi kemajuan bangsa. Jangan lupa itu!" kata Lasro.

Lasro mengatakan, Kepala BP2MI Benny Rhamdani sengaja membuat program seperti ini untuk merayakan keberangkatan PMI yang bekerja di luar negeri dengan resmi.

Dia menegaskan, bekerja di luar negeri adalah hak WNI. Jika pemerintah menyiapkan para PMI secara baik dan dengan prosedur resmi, sama seperti menyiapkan para PMI menjadi duta bangsa.

Baca juga : Kembangkan Hidrogen, TMMIN Siap Bawa Toyota Mirai Ke Indonesia

Acara pada hari ini juga menjadi dukungan moral kepada PMI dan menjadi saluran perbaikan transformasi pengembangan SDM Indonesia.

"Dan kami berpesan kepada negara penempatan untuk melindungi PMI. Ini penting bagi Indonesia. Di mana PMI menjadi penyumbang devisa negara," ingatnya. 

Lasro berharap tidak akan ada lagi PMI yang berangkat secara ilegal dan menerima kekerasan di negara penempatan.

Lasro mengatakan, semenjak dua tahun terakhir Indonesia berhasil memberangkatkan lebih dari 11.500 PMI ke Korea Selatan dengan skema G to G di tahun 2022.

Baca juga : Optimalkan Pembelajaran, UAP Dan Kominfo Gelar Seminar Literasi Digital

Pada tahun 2023 angka ini meningkat menjadi 11.600 PMI. Kebanyakan dari PMI nantinya bekerja di sektor manufaktur dan perikanan.

"Tahun (2024) ini kita tidak mau pasang target, tapi minimal angka yang sama. Melihat animo masyarakat rasanya itu bisa. Tapi kita tetap kerja sama dengan pihak Korsel," ujarnya.

Dari 259 PMI yang diberangkatkan hari ini, sebanyak 106 PMI akan bekerja di sektor manufaktur dan sebanyak 153 PMI akan bekerja di sektor perikanan yang ada di Korsel.

Pada acara seremonial hari ini, hadir pula sebanyak 53 Calon PMI yang tengah melakukan orientasi pra pemberangkatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.