Dark/Light Mode

Staf Khusus Presiden Diisi Kalangan Milenial

Gajinya Rp 51 Juta Per Bulan, Kita Lihat Aja Mereka Bisa Apa

Sabtu, 23 Nopember 2019 11:29 WIB
Presiden Jokowi bersama  7 staf khusus dari kalangan milenial yang baru diangkatnya, di Istana Merdeka, Kamis (21/11). (Foto:Randy/RM)
Presiden Jokowi bersama 7 staf khusus dari kalangan milenial yang baru diangkatnya, di Istana Merdeka, Kamis (21/11). (Foto:Randy/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi kerap membuat kejutan. Terbaru, Jokowi memilih 7 staf khusus dari kalangan milenial. Umurnya di bawah 37 tahun. Yang lebih mengejutkan lagi, gajinya puluhan juta.

Pengumuman 7 staf khusus itu langsung diungkapkan Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (21/11). Sama seperti pengumuman para menteri, 7 staf khusus juga memakai baju putih dengan setelan celana hitam. 

“Saya mau kenalkan stafsus yang baru, tugasnya mengembangkan inovasi di berbagai bidang. Anak-anak muda semuanya,” ujar Jokowi memperkenalkan. 

Yang pertama adalah Adamas Belva Syah Devara. Umurnya 29 tahun tetapi sudah men jadi Founder dan CEO Ruang Guru.Kedua, Putri Tanjung (23) Founder dan CEO Creativepreneur. Aminuddin Maruf (33) Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII). Ada juga Gracia Billy Mambrasar (31) Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pemba ngunan Berkelanjutan Indonesia, Angkie Yudistia (32) Pendiri Thisable Enterprise. Andi Taufan Garuda Putra (32) Founder dan CEO Amartha. 

Ayu Kartika Dewi (36) Pendiri Gerakan Sabang Merauke Sebagai staf khusus, ketujuh milenial ini te tap akan menerima gaji bulanan yang cukup besar. 

Berita Terkait : ADMM Plus 2019 Resmi Ditutup, Panglima Minta Peserta Komit Jaga Perdamaian

Jika mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 144 Tahun 2015. Dalam aturan itu diatur besaran hak keuangan untuk staf khusus, wakil sekretaris pribadi presiden, asisten dan pembantu asisten. 

Untuk staf khusus presiden hak keuangan yang diterima mencapai Rp 51 juta. Hak keuangan terdiri dari gaji dasar, tunjangan kinerja, dan pajak penghasilan. Kabar pengangkatan 7 staf khusus ini langsung disambar warganet. Ada yang pro dan kontra. Bonjoe salah satu yang mengkritisi pengangkatan tujuh milenial tersebut. 

“7 Milenial dipajang untuk dianugerahkan 51 juta /bulan. Mari sesama kita lihat apa dan bisa apa mereka untuk masyarakat dan negeri ini. Apakah hanya sebagai boneka pajangan yang di banderol 51juta /bulan, atau memang milenial yang punya hasil untuk pembangunan,” kritiknya. 

Siswandhani Prasetio juga menyoroti besarnya gaji yang didapatkan oleh ketujuh orang. “Sebegitu besarnya menggaji stafsus. Masih banyak rakyat yang miskin tak bisa makan, tak bisa sekolah, tak bisa berobat,” katanya, mengeluhkan. 

Keadilan menimpali. Kata dia, saat ini rakyat diperas dengan berbagai kenaikan harga, tetapi pemerintah dengan mudahnya menghamburhamburkan uang rakyat. 

Berita Terkait : HARYONO UMAR : Dulu, Gaji Hakim Kecil Sekali, Sehingga Mereka Bisa Disuap

“Uang pajak di hambur-hamburkan, sementara 22 juta rakyat masih kelaparan.” Anak rempong menganggap pengangkatan 7 milenial tidak penting untuk bangsa dan negara. “Enak bener cuma modal bisik-bisik ke presiden seminggu sekali di gaji 50 juta sedang buruh yang banting tulang nyari duit seribu aja susahnya minta ampun.

” Kalaupun dana untuk memberikan gaji 7 staf khusus dialihkan untuk membayar BPJS akan lebih bermanfaat. “Gaji 14 stafsus presiden bisa untuk menutupi angsuran BPJS 4151 KK. Sungguh biaya pengeluaran yang sia-sia, dibanyak sisi defisit di sisi lain penghamburan kas negara nirmanfaat,” kata FenniRosa @ fennirosa. 

Tidak mau kalah, Raden sanjaya @htg alim menganggap penetapan 7 staf merupakan pemborosan anggaran negara, tetapi kerjanya tidak ada. “Pemborosan mbak,” kritik dia disambar Mr Hamzah @Mrh4mz4h. “Buangbuang anggaran.” Na. @zoelhamza juga mempunyai narasi yang sama jika penempatan staf tidak memberikan manfaat. 

“Hambur-hamburkan uang, sementara rakyatnya diperas,” kata dia diamini oleh Meila Aja @MeilaAja. “Stafsus di kasih Gaji 51 juta lalu rakyat disuruh membayar kenaikan BPJS 100 %. Nasib Rakyat Kecil Begini,” keluhnya. 

Yang lebih mengenaskan, menurut kanityo broendoel @Kbroendoel, kerja staf yang baru diangkat tidak jelas apa kerjanya. “Mereka digaji tiap bulan tanpa bidang tugas yang jelas,” sebutnya. 

Baca Juga : Para Pewaris Nabi, Bersedia?

Kalaupun mereka dari kalangan terpelajar, bagi HERMAN@herman_pocong, sehebat apapun dia di luar sana. tetep tak pantas dapat gaji 51 juta dari keringat rakyat yang masih bingung besok bisa makan apa.

 “Mungkin dia potensial jadi stafsus presiden tapi dikasih gaji 51 juta itu yang kurang elok,” katanya. Berbeda, Sigit Prasetya menganggap gaji 51 juta yang diberikan sangatlah wajar. Apalagi, pengalaman juga cukup banyak. 

“Wajar gaji segitu, ijazahnya juga mendukung, menghargai perjuangan belajar itu penting,” dukungnya. Begitupun dengan wongsolho yang menilai jika ketujuh milenial yang diangkat Jokowi berprestasi dan pinter beneran maka pantas digaji tinggi. 

Jangan dibandingin dengan ahli demo yang cukup puas dengan dikasih nasi bungkus. gigi gede menuturkan bahwa gaji 51 juta masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan pembayaran pajaknya. 

“Mereka bayar pajak setahun lebih gede juga kali dari gaji mereka setahun. Iri tanda misqueen,” tutur dia diamini Tomy Sanjaya. “Setara dengan tugas dan tanggung jawabnya... Semoga bisa mengemban amanah,” ujar dia mendoakan. [REN]