Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hadapi Tekanan Tarif Trump
Pemerintah Bakal Genjot Ekspor Jasa
Senin, 7 April 2025 07:30 WIB
Sebelumnya
Melalui kebijakan yang tepat, sektor ini bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami akan terus mendorong peningkatan investasi dan pengembangan di sektor pariwisata, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berfokus pada pariwisata,” kata Haryo.
Menurutnya, kebijakan pengembangan destinasi super prioritas, peningkatan kualitas SDM serta kemudahan investasi, merupakan bagian dari strategi menyeluruh pemerintah dalam memperkuat sektor ini.
Selain itu, Pemerintah juga memberi perhatian pada ketersediaan akses dan konektivitas, termasuk harga tiket pesawat yang kompetitif dan rute penerbangan langsung ke destinasi wisata prioritas.
Baca juga : IKN Jadi Tempat Wisata Selama Libur Lebaran
“Konektivitas dan SDM adalah kunci. Ini jadi momentum yang tepat untuk bersaing secara global,” ujar Haryo.
Pendiri Yayasan Inovasi Pariwisata Indonesia (YIPINDO) Taufan Rahmadi menambahkan, depresiasi rupiah bisa mendorong kenaikan wisatawan asing, karena kunjungan ke Indonesia dinilai murah dan menarik.
“Data menunjukkan ketika rupiah melemah, kunjungan wisatawan asing meningkat. Ini peluang strategis jika promosinya tepat,” ujarnya.
Namun, dia mengingatkan kesiapan industri pariwisata Indonesia untuk menyerap lonjakan wisatawan, perlu ditingkatkan.
Baca juga : Didit Lampaui Batas Politik Konvensional
Tantangan seperti infrastruktur yang belum merata, kualitas layanan yang bervariasi, serta keterbatasan data untuk pengambilan kebijakan, mesti menjadi perhatian.
“Di sinilah pentingnya peran negara untuk orkestrasi kebijakan yang adaptif,” katanya.
Dengan mengedepankan pendekatan diplomatik, reformasi struktural dan optimalisasi sektor jasa seperti pariwisata, Indonesia berharap tekanan global dari kebijakan proteksionisme dapat dihadapi dengan lebih tenang, terukur dan strategis.
Pemerintah optimistis, langkah ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global yang tengah berubah cepat. JAR
Baca juga : Bawaslu Palopo Nyatakan Ome Langgar Administrasi
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Senin, 7 April 2025 dengan judul "Hadapi Tekanan Tarif Trump Pemerintah Bakal Genjot Ekspor Jasa"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya