Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Muhammadiyah Belum Dapat Lokasi Tambang
Bahlil: Kita Lagi Cari Yang Bagus
Rabu, 23 Juli 2025 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Beda dengan NU, Muhammadiyah ternyata masih belum mendapatkan lokasi tambang. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, masih mencari lokasi tambang yang layak untuk salah satu organisasi masyarakat (ormas) keagamaan terbesar di Indonesia itu.
Bahlil memastikan, proses pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) untuk Muhammadiyah masih berjalan. Pemerintah terus mencari lahan tambang yang benar-benar layak agar tidak menimbulkan ketimpangan.
“Kalau yang kurang bagus, saya-nya enggak adil dong. Lagi kami carikan yang bagus,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Pemerintah, kata dia, ingin menjaga asas keadilan. Sebab, Nahdlatul Ulama (NU) sudah lebih dulu mendapatkan WIUPK. Karena itu, Muhammadiyah seharusnya mendapatkan jatah yang setara.
“NU punya kan bagus, Muhammadiyah juga harus yang bagus. Supaya niat baik kita itu sejalan dengan apa yang kita eksekusi,” tegas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Bahlil mengungkapkan, sebelumnya sempat mempertimbangkan tambang bekas milik Adaro. Namun, setelah dicek ulang, lokasi itu dinilai belum siap.
Baca juga : Mansur: Potensi Kecurangan Masih Mungkin Terjadi
Meski tidak menyebutkan lokasi alternatif, Bahlil menegaskan, tim Kementerian ESDM masih bekerja memetakan wilayah tambang yang cocok untuk Muhammadiyah. Ia meminta ormas besar itu untuk bersabar.
“Kemarin kan kita dorong ke eks Adaro, tapi setelah dicek, data yang masuk ke saya agaknya masih butuh pendalaman,” pungkasnya.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas menyebut, hingga kini pihaknya belum mendapatkan lahan tambang meskipun semua persyaratan telah mereka penuhi. Pihaknya juga sudah menggelar kajian akademik, menyusun rencana bisnis.
Baca juga : Lalu Hadrian: TKA Bukan Satu-satunya Indikator Keberhasilan
Menurut Abbas, Muhammadiyah telah menyiapkan badan usaha dan dana untuk mengelola tambang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya