Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wabah Virus Corona di Kapal Pesiar Diamond Princess
BNPB dan KRI Dr. Soeharso Siap Dukung Penjemputan WNI di Jepang
Jumat, 21 Februari 2020 10:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) siap mendukung penjemputan Warga Negara Indonesia (WNI), yang sedang menjalani proses observasi terkait virus Corona (COVID-19/nCov) di kapal pesiar Diamond Princess milik Inggris di Yokohama, Jepang. Sesuai keputusan yang akan dipilih Presiden Jokowi.
Hal itu disampaikan Kepala BNPB Doni Monardo, saat meninjau Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dr. Soeharso di Pangkalan Angkatan Laut, Komando Armada II Kawasan Tengah, Surabaya, Kamis (20/2).
“BNPB siap mendukung opsi pemulangan WNI. Baik melalui laut maupun udara, sesuai keputusan yang akan dipilih Presiden," jelas Doni.
Ia memastikan, KRI Dr. Soeharso siap ditugaskan sebagai salah satu opsi operasi pemulangan WNI yang bekerja di kapal pesiar di Jepang tersebut. “Sudah siap ini. Bagus sekali,” ujar Doni, yang didampingi Plt. Deputi Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi, Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI Herru Kusmanto, beserta jajaran tinggi TNI AL.
Saat memasuki lambung kapal yang pernah ditugaskan dalam misi operasi bantuan bencana tsunami 2004, operasi bantuan bencana gempa Sumatera Barat 2009, dan operasi penanggulangan bencana kabut asap di Kalimantan pada 2015, Doni melihat detil seluruh bagian kelengkapan sarana dan prasarana kapal.
Dalam beberapa kesempatan tertentu, Doni juga bertanya kepada kepada kru kapal yang bertugas dari TNI AL Koarmada II, untuk memastikan kesiapan seluruh fasilitas dan kelengkapan.
Kepala BNPB Doni Monardo saat memeriksa vellbed alias kasur lipat di KRI Dr. Soeharso. (Foto: Humas BNPB)
Baca juga : Pemerintah Siap Evakuasi 74 WNI Negatif Virus Corona di Kapal Diamond Princess
Dari bagian hanggar kapal di dek C luar, Doni memeriksa puluhan vellbed (kasur lipat) yang telah disiagakan.
Rombongan kemudian menuju ke ruang Unit Gawat Darurat, ruang ICU, ruang post operasi (RR), ruang bedah, ruang poliklinik, ruang penunjang klinik, dan 2 ruang perawatan yang masing-masing berkapasitas 20 tempat tidur.
Melihat sebagian besar fasilitas yang dimiliki oleh kapal khusus jenis Bantu Rumah Sakit (BRS) itu, Doni memberikan kepercayaan penuh kepada KRI Dr. Soeharso dan jajaran TNI AL untuk bertugas dalam misi kemanusiaan.
Doni mengatakan, penjemputan WNI terkait COVID-2019 menggunakan KRI DR. Soeharso masih bersifat rencana.
Kepala BNPB Doni Monardo, saat meninjau ruang perawatan di KRI Dr. Soeharso (Foto: Humas BNPB)
Dalam hal ini, BNPB yang bertindak sebagai koordinator, komando dan pelaksana penanggulangan bencana akan mendukung pemerintah Indonesia sesuai arahan Presiden Jokowi, terkait opsi keputusan pemulangan WNI tersebut.
“Ini sifatnya masih bagian dari rencana. Dari beberapa pertimbangan, nanti kita akan mendukung Pemerintah Indonesia. Mengikuti arahan sesuai opsi keputusan Presiden,” jelas Doni, dalam pertemuan singkat bersama jajaran petinggi TNI AL Koarmada II.
Baca juga : Menlu: Tiga WNI Kru Kapal Pesiar Diamond Princess Positif Corona
Sekadar latar, sebanyak 74 dari 78 WNI pekerja di kapal pesiar Diamond Princess akan dijemput pemerintah terkait virus corona melalui dua opsi, yakni melalui laut dan udara.
Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan, 4 WNI dinyatakan positif nCov dan harus menjalani perawatan intensif, hingga dinyatakan sembuh dan dapat dipulangkan.
Sisanya, yang berjumlah 74, masih menjalani proses observasi selama 14 hari sesuai prosedur dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) di dalam kapal pesiar.
Setelah menjalani observasi dan mendapat surat keterangan kesehatan dari Jepang dan WHO, ke-74 WNI tersebut diperbolehkan pulang.
Mereka tak perlu lagi menjalani observasi di Indonesia, seperti 238 WNI dari Wuhan sebelumnya di Natuna.
Kendati demikian, pemerintah akan tetap menyiagakan proses observasi lanjutan apabila diperlukan, sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Baca juga : 40 Warga AS Yang Positif Covid-19 di Kapal Pesiar Diamond Princess, Tak Ikut Dievakuasi
KRI Dr. Soeharso merupakan “rumah sakit terapung” yang dioperasikan oleh TNI AL, dengan spesifikasi berat kosong 11.394 ton dan mampu memuat beban hingga penuh mencapai 16.000 ton.
Kapal ini memiliki panjang 122 meter, lebar 22 meter, dan draft 4,9 meter dengan geladak yang panjang dan luas. Sehingga, mampu mengoperasikan dua helikopter sekelas Super Puma.
KRI yang sebelumnya bernama Tanjung Dalpele (972) buatan Korea Selatan ini memiliki 75 Anak Buah Kapal (ABK), 65 staf medis, dan mampu menampung 40 pasien rawat inap.
Dalam keadaan darurat, KRI Dr. Soeharso juga dapat menampung 400 pasukan dan 3.000 penumpang.
Dalam fungsinya sebagai armada angkut, kapal ini mampu membawa 14 truk/tank tempur dengan bobot satuan hingga 8 ton.
Kapal ini juga mampu menampung 3 helikopter Super Puma, 2 Landing Craft Unit (LCU) tipe 23 M dan 1 hovercraft. Untuk persenjataan, kapal ini dibekali dengan senjata 2 pucuk meriam Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20 mm. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya