Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gerakan Ekonomi Daerah
Prabowo Genjot Program Bedah Rumah Warga Jatim Pakai Genteng Lokal
Senin, 4 Mei 2026 15:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus menggenjot program 3 juta rumah dengan mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Setelah Papua, kini program bedah rumah ini difokuskan ke Jawa Timur.
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan sebanyak 33.000 rumah yang akan direnovasi melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Timur. Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
"Tahun lalu, kuota BSPS di Jawa Timur sebanyak 4.165 unit. Tahun ini kita tingkatkan menjadi 33.000 unit agar penanganan rumah tidak layak huni bisa lebih cepat," ujar Maruarar didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau rumah tak layak huni di Jawa Timur pada Minggu (3/5/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan kuota bedah rumah ini difokuskan pada daerah dengan kebutuhan tinggi, termasuk Kabupaten Bangkalan. Khusus di Kelurahan Wonokusumo, alokasi mencapai 230 rumah.
Baca juga : Blusukan Ke Bumi Cenderawasih, Ara Luncurkan Program Bedah Rumah Di Papua
Sementara itu, untuk Kota Surabaya secara keseluruhan, jumlah bantuan melonjak dari sebelumnya 185 unit menjadi 1.252 unit.
"Ini bentuk keberpihakan pemerintah agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat nyata untuk tinggal di rumah layak," tegasnya
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, program BSPS juga diarahkan untuk mendorong ekonomi lokal. Salah satunya melalui penggunaan material bangunan produksi lokal
"Untuk 33.000 unit BSPS di Jawa Timur, kita akan menggunakan genteng produksi lokal dari pengusaha setempat. Bahkan ada usulan dari Trenggalek agar bata dari UMKM Jawa Timur juga digunakan," jelas Ara
Baca juga : Kenaikan Biaya Plastik Berimbas Pada Harga Minyak Goreng
Ia menegaskan, program ini tidak hanya memperbaiki rumah warga, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah sekaligus menekan angka backlog perumahan nasional.
Di tempat sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan penanganan RTLH di wilayahnya.
"Kami berterima kasih kepada Presiden melalui Kementerian PKP atas program BSPS ini. Masih banyak rumah tidak layak huni di Jawa Timur, dan program ini sangat membantu masyarakat," ujarnya.
Tercatat hingga 1 April 2026 realisasi bedah rumah baru mencapai 10.200 rumah dengan anggaran sekitar Rp204 miliar. Saat ini, provinsi dengan kuota BSPS paling terbanyak ada di Jawa Barat sebanyak 40 ribu unit.
Baca juga : MBG Gerakkan Ekonomi Mikro, Peternak Telur Rumahan Rasakan Manfaat Nyata
Program ini dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat, di mana penerima bantuan terlibat langsung dalam proses pembangunan rumahnya. Program ini ikut membantu mengentaskan jutaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi layak, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui peningkatan kualitas fisik rumah dan penyediaan sarana prasarana
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya