Dark/Light Mode

Di Acara Musrebang, Prestasi Sulawesi Tenggara Dipuji-puji

Rabu, 29 April 2020 20:30 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar. Foto: Humas Kemendagri
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar. Foto: Humas Kemendagri

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar, mewakili Mendagri memberikan arahan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sulawesi Tenggara Tahun 2021. 

Pembukaan Musrenbang dilakukan sesuai protokol kesehatan Covid-19 yakni dengan melakukan video conference di Ruang Rapat Sekretaris Jenderal di Gedung A Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (29/04).

Awalnya, jelas Bahtiar, tema RKPD 2021 Provinsi Sulawesi Tenggara adalah ‘Peningkatan Infrastruktur Dasar dan Kewilayahan serta Sumberdaya Manusia guna mendukung Industri, Pertanian, Pariwisata dan Investasi untuk Pertumbuhan Berkualitas’. 

Namun di tengah dampak Covid-19, tema RKP Nasional Tahun 2021 disesuaikan dengan titel: Mempercepat Pemulihan Ketahanan Ekonomi dan Kehidupan Masyarakat dengan fokus: Pemulihan Industri, Pariwisata dan Investasi Penguatan Sistem Kesehatan Nasional. 

Baca juga : Ditanya Soal Nyapres, Susi: Tenggelamkan!

Dengan selarasnya tema pembangunan antara pusat dan daerah ini, Bahtiar berharap target pembangunan baik nasional dan daerah dapat sinergis tercapai. 

“Dan selanjutnya agar 17 kepala daerah kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara untuk menyelaraskan tema pembangunan 2021 dengan RKP dan RKPD Sulawesi Tenggara Tahun 2021,” kata Bahtiar.

Dijelaskannya, pencapaian pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara saat ini sudah dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari beberapa capaian. Pertumbuhan ekonomi tahun 2019 Provinsi Sulawesi Tenggara berada pada peringkat ketiga tertinggi se-Sulawesi (6,51 pesen), mengalami kenaikan dibandingkan 2018 dan berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional. 

“Karena itu, perlu dipertahankan dan ditingkatkan terutama terfokus pada sektor-sektor strategis,” imbuhnya.

Baca juga : Mudik Dilarang, Seluruh Kapal Laut Berhenti Beroperasi Mulai Tengah Malam Nanti

Tak hanya itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Sulawesi Tenggara berada di posisi terendah kedua se-Sulawesi pada 2019. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Sulawesi Tenggara 2019 mencapai (2,96 persen) berada di bawah rata-rata Nasional (5,01 persen). 

“Tujuan pembangunan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang salah satunya dinilai dari persentase penduduk miskin. Untuk Provinsi Sulawesi Tenggara persentase kemiskinan berada di atas rata-rata nasional. Untuk itu perlu ditingkatkan koordinasi antar sektor dalam penanganan kemiskinan. Angka kemiskinan Provinsi Sulawesi Tenggara 2019 yaitu sebesar (11,04 persen) berada di atas rata-rata nasional sebesar (9,22 persen),” bebernya.

Di sisi lain, Gini Rasio Provinsi Sulawesi Tenggara dari 2018-2019 mengalami kenaikan. Hal ini menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan semakin kurang baik. Dalam kurun waktu lima tahun Gini Rasio Provinsi Sulawesi Tenggara (0,399 persen) berada di atas rata-rata nasional (0,350 persen).

“Kualitas Indeks Pembangunan Manusia di Sulawesi Tenggara semakin membaik yang ditandai oleh peningkatan indikator komposit Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2019 sebesar (71,20 persen) berada di bawah rata-rata Nasional (71,92 persen). Dari 6 provinsi di wilayah Sulawesi, Sulawesi Tenggara menempati peringkat ketiga tertinggi. Berdasarkan tren selama 2015-2019, IPM Provinsi Sulawesi Tenggara terus mengalami kenaikan dan namun masih berada di bawah IPM Indonesia,” jelas Bahtiar.

Baca juga : Kiat Rencanakan Keuangan Ketika Puasa di Tengah Covid-19

Dalam kesempatan yang sama, ia juga meminta jajaran pemerintahan di Sulawesi Tenggara untuk optimistis dalam menghadapi wabah Covid-19. Untuk itu, pihaknya meminta Pemprov Sulawesi Tenggara tanggap dalam menyikapi kondisi kesehatan, ekonomi, maupun sosial sebagai dampak adanya wabah. 

Salah satunya dengan menjalankan Instruksi Mendagri maupun Keputusan Bersama Mendagri dengan Menkeu terkait realokasi dan refocusing anggaran.[DIR]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.