Dark/Light Mode

Kena Dampak Corona, IKM Diusulkan Dapat Pinjaman Lunak

Jumat, 1 Mei 2020 13:21 WIB
Dirjen IKM dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih. (Foto: ist)
Dirjen IKM dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang mengkaji berbagai kebijakan strategis untuk membantu sektor industri kecil menengah (IKM) agar bisa bertahan menjalankan usahanya di tengah tekanan dampak pandemi corona. Sebab, IKM merupakan salah satu sektor yang terimbas cukup besar.

Kemenperin telah berkoordinasi dengan kepala dinas yang membidangi perindustrian di seluruh provinsi di Indonesia untuk memetakan IKM yang terkena dampak wabah corona. “Hasil laporan dari 34 provinsi di Indonesia menunjukkan, persoalan utama yang dihadapi IKM adalah bahan baku dan restrukturisasi kredit,” jelas Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat (1/5). 

Gati mengutarakan, di tengah merebaknya corona, persoalan yang dihadapi IKM adalah menurunnya tingkat konsumen. “IKM cukup terpukul dengan penurunan permintaan hingga 90 persen. Kami terus mendukung IKM untuk menjangkau pelanggan lewat penjualan online,” tutur Gati.

Berita Terkait : Bantu Tenaga Medis Dan Warga Terdampak Corona, Bank Mandiri Gelontorkan Dana Rp 140 Miliar

Selain memerlukan modal produksi untuk dapat terus bertahan, ketersediaan bahan baku bagi IKM untuk berproduksi juga sangat menentukan. “Bahan baku ini yang cukup sulit, beberapa IKM harus melakukan impor melalui distributor yang membuat harganya jadi lebih tinggi,” jelasnya. 

Berdasarkan pemetaan tersebut, Ditjen IKMA Kemenperin mengusulkan agar pelaku IKM terdampak corona mendapat bantuan pinjaman lunak senilai total Rp 26,9 triliun. Dana itu termasuk dalam anggaran pemerintah untuk penanganan corona di sektor ekonomi sebesar Rp 150 triliun. Anggaran tersebut rencananya akan digelontorkan pemerintah kepada UMKM melalui perbankan.

Kemenperin mengusulkan dua skema yang akan membantu IKM menghadapi krisis. Dari Rp 26,9 triliun yang diusulkan, sebesar Rp 22 triliun akan ditujukan khusus sebagai pinjaman pengadaan bahan baku dan Rp 4,9 triliun untuk restrukturisasi kredit. 

Berita Terkait : Kena Dampak Corona, KFC Tutup 97 Gerai

Kedua skema itu diharapkan dapat diberikan kepada IKM tanpa beban bunga. Sementara itu, untuk skema pembayaran listrik, THR, dan karyawan yang terdampak PHK telah dibuatkan skema tersendiri oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Selanjutnya, Kemenperin telah mengajukan sekitar 987 ribu pelaku IKM yang terdampak kepada Kemenko Perekonomian untuk mendapatkan bantuan melalui kartu prakerja. Selain kartu prakerja, Kemenperin juga akan menyiapkan berbagai pelatihan yang ditujukan kepada industri menengah sehingga mereka mampu meningkatkan kemampuan dalam mengelola usahanya. 

“Kami sedang menyiapkan program pelatihan yang akan bekerjasama dengan sejumlah universitas yang ditujukan untuk industri menengah,” ungkap Gati. 

Berita Terkait : Di Tengah Ancaman Corona, Ekspor Industri Naik 10 Persen

Walaupun pelatihan ini berfokus pada sektor industri menengah, Gati mengungkapkan, manfaatnya juga akan dirasakan oleh pelaku industri kecil. Artinya, industri menengah akan menjadi trainners yang membantu atau bahkan bekerja sama dengan pelaku industri kecil untuk maju dan bangkit kembali.

“Industri kecil dan menengah memiliki keterkaitan. Apabila industri menengah membutuhkan bantuan untuk memenuhi pesanan, mereka bisa mendapatkan suplai dari industri kecil. Sehingga melalui program ini, pelaku industri menengah diarahkan menjadi trainners sekaligus membangun ekosistem industri,” paparnya. [DIT]