Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Didukung Menteri LHK
IPB dan UI Matangkan Studi Diplomasi Lingkungan
Minggu, 14 Juni 2020 21:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mendukung pengembangan Studi Environmental Diplomacy yang digagas Rektor IPB. Studi ini telah dibahas dan siap diterapkan di IPB dan UI untuk terhindar dari perilaku hegemonial atas sumberdaya alam dan lingkungan, yang dapat mengancam keilmuan
Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam sambutan pada halal bihalal secara online yang diselenggarakan Himpunan Alumni Program Studi Lingkungan (HA PSL) IPB dan Program Studi (PS) S2/S3 PSL IPB, dan Ecologica mahasisa S2-S3 PSL IPB, Sabtu (13/06)
“Karena ciri hegemoni itu juga seolah akan dibawa kepada perspektif ilmiah seperti terkait metodologi, definisi dan batasan ilmiah tentang hutan, hutan primer, deforestasi dan sebagainya. Tidak ada kebenaran yang mendua. Seharusnya pendidikan, teknologi dan lingkungan adalah subyek yang netral, bukan subyek yang mengandung polaritas politik,” ujar Siti.
Untuk itu, Menteri LHK akan turut memfasilitasi peminatan studi Environmental Diplomacy. Bidang ini perlu segera dibuka di PSL IPB dan bersama UI sesuai rencana Rektor IPB karena kuatnya indikasi hegemonial untuk mengontrol Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan lingkungan yang harus dapat diatasi dengan baik.
Baca juga : Di Forum Dunia, Menteri Halim Beberkan Cara Desa Lawan Covid
Eks Sekjen DPD ini menyatakan, bahwa persoalan dan masalah kebakaran hutan, metode ilmiah analisis iklim dan karhutla serta metode analisis deforestasi adalah yang utama sedang dalam ‘pertarungan hegemonial ilmiah itu’.
Isu lain yang penting untuk diantisipasi berikutnya adalah persoalan carbon pricing dan natural capital. Dengan gambaran itu, Dewan Penasehat Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) ini menyatakan, dukungan penuh kepada IPB dan UI untuk penyiapan program-program studi yang relevan menjawab masalah yang sedang dihadapi Indonesia.
Lebih lanjut, Siti menyatakan, bahwa perjuangan menjaga lingkungan dan sumberdaya alam dengan segala relevansinya itu, pada dasarnya adalah mandat mulia Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap tumpah darah dan bangsa Indonesia.
Secara khusus, Menteri LHK juga menyoroti soal pandemi Covid-19 yang dikelola dengan langkah-langkah pemerintah bersama masyarakat pada aspek lingkungan. Ia menegaskan pentingnya untuk aktualisasi tata kelola atau governance aspek lingkungan, atau environmental governance.
Baca juga : Banteng Jabar Matangkan Strategi Pilkada
“Artinya keterbukaan dan ketertiban dalam praktek, aturan pokok harus secara luas diketahui, dipahami dan dilaksanakan oleh penyelenggara negara dan masyarakat. Hal ini semakin diperlukan pada konteks, misalnya RUU Cipta Kerja dengan orientasi kemudahan berusaha dan penyederhanaan izin lingkungan.
Siti juga menyebutkan persoalan lingkungan semakin nyata masuk dalam perspektif politik ketimbang soal teknis pencemaran.
“Sejak 2017-2018 pengelolaan lingkungan hidup sudah masuk atau menjadi mainstream pembangunan nasional sebagaimana di formalkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahunan. Hal ini sangat berarti, setara dengan mainstream gender dan penurunan angka kemiskinan,”katanya.
Selanjutnya, dari halal-bihalal ini akan dilaksanakan beberapa kegiatan yang mendukung seperti workshops dan FGD penyiapan program studi, juga tentang penguatan aktualisasi environmental governance, pemantapan daya dukung dan daya tampung untuk tujuan pembangunan tertentu serta persoalan metodis dalam hal deforestasi, Karhutla dan karbon.
Baca juga : Menteri Tito Laksanakan Sholat Jumat Pertama di Masa Pandemi
Turut hadir dalam halal bihahal , Rektor Universitas Tirtayasa, Fatah Sulaiman, Rektor IPB Prof Arif Satria, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dosen, alumni se-Indonesia, dan mahasiswa S2/S3 PSL. [FIK]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya