Dark/Light Mode

Ekonomi Hanya Tumbuh 2,9 Persen

Wapres Dorong Pemda Kreatif Genjot Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2020 07:00 WIB
Wapres Ma`ruf Amin (Foto: Twitter @Kiyai_MarufAmin)
Wapres Ma`ruf Amin (Foto: Twitter @Kiyai_MarufAmin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta pemerintah daerah (Pemda) segera beradaptasi dengan kebijakan The New Normal.

“Pemda perlu berpikir kreatif agar perekonomian di daerah berkembang, tetapi itu harus berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan,” ungkap Ma’ruf saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara penganugerahan pemenang lomba inovasi daerah dalam penyiapan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, kemarin. 

Ma’ruf mengungkapkan, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat perekonomian Indonesia melambat. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama mengalami perlambatan. Hanya tumbuh 2,97 persen. Diharapkan, rencana pemerintah menerapkan The New Normal bisa memperbaiki kinerja perekonomian. 

Baca juga : Sri Mulyani Minta Dimengerti

“Dalam mempersiapkan tatanan normal baru diperlukan inovasi. Hal itu akan menjadi kunci keberhasilan suatu daerah memasuki era produktif dan aman Covid-19,” kata Ma’ruf. 

Namun demikian, dia menekankan pentingnya menjalankan rambu-rambu dari WHO sebelum melonggarkan PSBB. Antara lain, pertama, penularan virus harus sudah terkendali ditunjukkan dengan rasio penyebaran dalam satu wilayah berada di bawah 1 selama dua minggu berturut-turut. Kedua, tersedianya layanan dan sistem kesehatan untuk menangani kasus Covid-19 yang baru. Ketiga, masyarakat mematuhi protokol kesehatan. 

“Pelaksanaan protokol kesehatan syarat utama yang wajib dilaksanakan dalam setiap kegiatan sosial dan ekonomi. Harus memakai masker, physical distancing, selalu mencuci tangan dan menjalankan perilaku hidup sehat,” jelas Maruf. 

Baca juga : BI Ramal Ekonomi Tahun Ini Tumbuh 0,9-1,9 persen

Dia mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Kemendagri memberikan penghargaan dan insentif kepada daerah yang telah melakukan inovasi. Apalagi inovasi yang dihasilkan tidak sedikit, lebih dari 2.517 inovasi. Dan, inovasi yang dihasilkan mencakup berbagai sektor seperti pasar tradisional, pasar modern, restoran, hotel, Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSP), tempat wisata, dan transportasi umum. “Semua inovasi ini merupakan sumbangan bagi daerah dan sektor ekonomi lain untuk dapat segera menyiapkan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19,” tandas Ma’ruf. 

Sementara, Wakil Ketua MPR Syarief Hasan meminta pemerintah fokus pada pemotongan rantai penyebaran Covid-19. Tidak hanya mengurusi masalah ekonomi saja. Politikus Partai Demokrat itu mempertanyakan hasil kinerja pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 selama ini. 

Menurutnya, hingga kini kinerja belum menunjukkan hasil sama sekali. Bahkan sebaliknya, semakin tinggi angka korban. Bahkan angka pasien positif terus meningkat. Dia juga mengkritik pemerintah yang ingin segera melonggarkan pembatasan sosial. “Saya lihat banyak orang masih abai dengan protokol kesehatan. Di pasar, banyak orang tidak menggunakan masker,” pungkasnya. [QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.