Dark/Light Mode

Ngobrol Eksklusif Dengan Menteri Agama, Jenderal (Purn) Fachrul Razi

Di Kemenag, Dipanggil Prof dan Kyai Semua Menoleh, Kecuali Menag...

Jumat, 3 Juli 2020 16:40 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi (kanan) dan Wartawan Senior Rakyat Merdeka Kiki Iswara Darmayana saat wawancara eksklusif program RMInsight di kantornya Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (1/7). (Foto: Sophan Wahyudi/RM)
Menteri Agama Fachrul Razi (kanan) dan Wartawan Senior Rakyat Merdeka Kiki Iswara Darmayana saat wawancara eksklusif program RMInsight di kantornya Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (1/7). (Foto: Sophan Wahyudi/RM)

 Sebelumnya 
Di awal jabatannya, publik memang dibuat geger dengan pernyataan Fachrul saat itu. Yaitu, soal aturan pemakaian celana cingkrang dan cadar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Celana cingkrang tidak dilarang agama. Tapi dari aturan pegawai, bisa. Misalnya, ditegur, celana kok tinggi (cingkrang) gitu. Kamu nggak lihat aturan negara gimana? Kalau nggak bisa ikuti, keluar kamu!" tegasnya, di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kamis, 31 Oktober 2019.

Saat dirinya baru dilantik, menurut Fachrul, masyarakat memang melihat dia terlalu fokus. “Padahal saya biasa-biasa aja. Senang kok saya bawaannya,” aku pria kelahiran Banda Aceh, 26 Juli 1947 ini.

Apalagi, lanjutnya, di Kemenag dia punya rekan-rekan kerja dengan tingkat akademik yang tinggi. Bahkan umumnya profesor. “Sampai-sampai ada joke di sini. Begitu dipanggil Prof, semua nengok. Dipanggil Kyai, semua juga menoleh. Kecuali Menag aja yang nggak menoleh. Ha...ha...ha...!” celetuknya sambil tertawa.

Baca juga : Silakan Shalat Di Masjid, Asal Patuhi Protokol Kesehatan

Fachrul bahkan mengaku sudah sangat beradaptasi dengan kementerian yang dia pimpin. Yang penting dalam menjalankan tugas-tugasnya, jelas mantan Sekjen Departemen Pertahanan ini, adalah kemampuan manajerial.

“Kita me-manage orang dengan tugas-tugas tertentu. Soal kemampuan, semuanya sudah lengkap di sini. Tinggal kita manage sama-sama,” beber Fachrul.

Banyak Rapat Virtual

Namun, sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ujarnya lagi, sebagaimana jamak dilakukan semua kalangan, rapat kabinet juga banyak yang dilakukan secara virtual.

Baca juga : Tahu Kerbau Unik Penghasil Susu? Ini Penjelasannya

Khusus soal rapat dengan Presiden, Fachrul juga mengaku menikmatinya. “Beliau (Presiden -red) kala bicara nggak panjang-panjang. Sudah ada kesepakatan. Kalau leader-nya, misalnya menterinya, maksimal (bicara) tujuh menit. Mungkin ngambil (contohnya) dari kultum (kuliah tujuh menit). Ha...ha...ha...,” candanya lagi.

Sekalipun kemudian ada yang memberi tambahan, juga dibatasi hanya dua menit. Kalau lebih dari itu, muka Presiden sudah terlihat kurang enak.

“Kalau orang Solo itu gampang dilihat wajahnya. Hehehe. Intinya, beliau ingin menunjukkan mau praktis. Tidak bertele-tele. To the point. Saya suka itu,” aku Fachrul.

Di Kemenag, lanjutnya, setelah sebelumnya lama diterapkan Work From Home (WFH ), beberapa hari terakhir mulai kembali bekerja di kantor. Meski belum full capacity. Hanya sekitar 60 hingga 70 persen yang masuk kantor.

Baca juga : Terawan Terbitkan Protokol Kesehatan Perjalanan di Bandara dan Pelabuhan, Ini Isinya

Namun dia mengaku, terkadang memang banyak hal yang lebih efektif saat bertemu langsung. “Bahasa tubuhnya juga bisa dilihat. Takutnya misalnya, Sekretaris Menteri bilang, “Oh iya, Pak. Setuju. Padahal, di belakang? “Eeegh!! (kesal)” Ha...ha...ha..!” canda Menag lagi. (Muhammad Rusmadi)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.