Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hadapi Revolusi Industri 4.0
JK Minta KB Dilanjutkan
Selasa, 26 Februari 2019 06:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta program keluarga berencana (KB) tetap dilanjutkan. Tak hanya mengurangi jumlah penduduk, program yang dicanangkan Orde Baru itu dinilai mampu menjadi solusi menghadapi revolusi industri 4.0.
Kalla menjelaskan, pada era Revolusi Industri 4.0 berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Keberadaan pekerja dalam industri akan digantikan dengan kemajuan teknologi yakni mesin dan robot. Jadi, dahulu suatu pabrik memerlukan 1.000 tenaga pekerja, saat ini hanya diperlukan 200 hingga 300 orang untuk mengerjakan sistem otomasi dan robotik itu.
Baca juga : Menristekdikti Ingin Ekspor Robot
“Kita butuh program keluarga berencana. Bukan karena kekhawatiran pangan, tapi justru revolusi industri 4.0 dimana tenaga manusia semakin sedikit diperlukan dalam pengembangan industri,” kata JK saat membuka Simposium Nasional Tantangan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Memasuki Era Revolusi Industri 4.0, di Istana Wapres, Jakarta, kemarin.
Nah, untuk mendukung perubahan itu diperlukan peningkatan kualitas manusia. Kalla ingin program KB mampu menjadi solusi bagi perkembangan zaman. Bukan hanya menekan jumlah penduduk, tapi juga meningkatkan kualitas kehidupan, mutu pengasuhan serta pendidikan anak. “Program KB harus menjadi perhatian dan membawa manfaat yang baik bagi masyarakat,” katanya.
Baca juga : Produktivitas SDM Kita Tertinggal Dari Negeri Tetangga
Wapres menjelaskan, di era sekarang ini, makna KB sudah semakin luas. Bukan hanya memerangi kemiskinan, tetapi juga menekan angka lapangan pekerjaan. Karena itu, meski jumlah penduduk sedikit tapi memiliki skil dalam menghadapi perubahan zaman. “Karena masalahnya bukan hanya mengurangi kelahiran tapi bagaimana keluarga itu sejahtera,” kata Kalla.
Untuk itu, Kalla berharap pelaksanaan program KB dapat terus berjalan sukses. Dia ingin program tersebut memberi manfaat bagi masyarakat. Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nofrijal mengatakan, target penurunan laju pertumbuhan penduduk (LPP) di Indonesia diharapkan mencapai 1,21 persen per tahun di 2019, setelah sebelumnya 1,38 persen per tahun di 2015.
Baca juga : Industri 4.0 Terancam Sinyal
Penurunan laju pertumbuhan penduduk tersebut antara lain disebabkan oleh pengendalian angka kelahiran dengan penggunaan alat kontrasepsi dan meningkatkan median usia kawin pertama perempuan. “Disamping penggunaan kontrasepsi yang terus meningkat, perempuan Indonesia menunjukkan kecenderungan menikah pada usia yang lebih matang, dari 18 tahun pada 1991 menjadi 21 tahun pada 2018,” ujar Nofrijal. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya