Dark/Light Mode

Kementan Cabut Aturan Yang Cantumkan Ganja Sebagai Komoditas Binaan Pertanian

Sabtu, 29 Agustus 2020 18:17 WIB
Ilustrasi ganja (Foto: Istimewa)
Ilustrasi ganja (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) akhirnya mencabut Keputusan Menteri Nomor 104 Tahun 2020, yang mencantumkan ganja sebagai salah satu komoditas binaan pertanian.

"Keputusan itu akan kami kaji kembali. Kami akan segera melakukan revisi, berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti BNN, Kemenkes, LIPI,” tutur Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian Tommy Nugraha dalam keterangannya, Sabtu (29/8).

Baca Juga : Via Vallen Jadi Penyanyi Wanita Favorit Terambyar 2020

Tommy menjelaskan, ganja tergolong jenis tanaman obat psikotropika. Pada 2006, komoditas itu masuk kelompok obat, sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 511 Tahun 2006.

Karena itu, sejak 2006, pemerintah telah memusnahkan ganja yang ditanam petani.

Baca Juga : Pecah Rekor Lagi, Kasus Positif Covid di DKI Naik 888, Totalnya Jadi 38.166

Sesuai Undang-undang Nomor 13 Tahun 2020 tentang Holtikultura, budidaya tanaman yang merugikan kesehatan masyarakat pun hanya dapat dilakukan untuk kepentingan pelayanan kesehatan atau ilmu pengetahuan tertentu dan pengembangannya ditentukan oleh undang-undang.

"Sampai sekarang, Kementan tak menemukan satu pun petani ganja legal. Kementerian telah berkomitmen mendukung pemberantasan penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang merusak kesehatan," papar Tommy.

Baca Juga : Dongkrak Ekonomi Desa, Gus Menteri Resmikan Kampung Hidroponik Bedahlawak

Untuk mencegah adanya penyalahgunaan, Kementerian Pertanian bakal aktif mengedukasi masyarakat. Salah satunya, dengan mengalihkan petani ganja ke pertanian tanaman pangan hortikultura serta perkebunan. Terutama, di daerah-daerah yang selama ini menjadi wilayah penanaman ilegal. [HES]