Dark/Light Mode

Ngomong Depan Wartawan

Terawan Tidak Menawan

Selasa, 15 September 2020 06:47 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat melakukan konferensi pers di Istana Kenegaraan, Senin (14/9). (Foto: SetPres)
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat melakukan konferensi pers di Istana Kenegaraan, Senin (14/9). (Foto: SetPres)

 Sebelumnya 
Dalam kesempatan tersebut, Terawan juga seakan membantah klaim Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang memproyeksikan tempat tidur isolasi akan penuh di 17 September. Terawan justru menyodorkan data yang berbeda.

“Berdasarkan dari pengecekan langsung, pengamatan dan sidak di lapangan per 13 September 2020 pukul 12 siang, dapat kami sampaikan bahwa untuk DKI Jakarta masih mampu melakukan rawatan pasien Covid-19,” ucapnya.

Baca juga : Prabowo Menteri Urusan Singkong

Eks Kepala RSPAD Gatot Soebroto itu merinci, masih ada 1.088 tempat tidur isolasi pasien yang kosong di DKI Jakarta. dari 4.271 tempat tidur yang tersedia. “Dalam beberapa hari ke depan, ruang isolasi ini akan ditambah 1.022 tempat tidur. Sehingga menjadi 5.293 tempat tidur.”

Begitu pun dengan ruang ICU untuk merawat pasien dengan gejala berat. masih banyak yang kosong. “Terdapat ruang iCU kosong berjumlah 115 tempat dari 584 tempat tidur iCU yang ada. dan dalam beberapa hari ke depan dapat ditambah sebanyak 138 tempat tidur, sehingga total menjadi 722 tempat tidur,” lanjutnya.

Baca juga : JK Ceramahi Menag

Untuk pasien Corona dengan gejala ringan, pemerintah juga menyiapkan RS Darurat Wisma Atlet. menurut Terawan, di sini juga masih banyak tempat tidur yang kosong. dari 2 tower yang di siapkan, masing-masing di tower 6 yang terdapat 1.746 tempat tidur, sudah terisi 888. Sedangkan di tower 7, yang memiliki 2.472 tempat tidur, baru terisi 749.

Untuk pasien Covid-19 tanpa gejala, juga disiapkan 2 tower di RS darurat ini. Yakni tower 4 dan 5. Bahkan, di tower 4, yang punya kapasitas 2.472 tempat tidur, belum terisi satu pun. Hanya di tower 5 yang baru terisi 81 tempat tidur dari 2.472 tempat tidur yang tersedia.

Baca juga : Kenormalan Baru Yang Tidak Normal

Pengamat komunikasi politik Ujang Komarudin menyayangkan kemunculan Terawan yang tidak menawan setelah membisu sekian lama. “Muncul di depan publik bagi Menkes itu sangat penting, karena merupakan bagian dari pertanggungjawaban ke publik. Namun, yang paling penting Terawan kerjanya harus menawan. Jika kinerjanya masih dibayang-bayangi dengan peningkatan Virus Corona yang tak terkendali, maka kemunculannya tersebut tak menyelesaikan masalah,” kata Ujang, kepada Rakyat merdeka, tadi malam.

Ia berharap, kemunculan Terawan yang jarang-jarang terjadi itu bisa menghadirkan solusi dan capaian kerja yang menggembirakan. “Jika muncul hanya untuk menunjukkan bahwa dia sudah kerja, namun faktanya Corona makin menggila, maka kemunculannya itu tak akan bermakna,” pungkasnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.