Dark/Light Mode

TMC Riau Klaim Berhasil Kurangi Api Di Hutan

Jumat, 2 Oktober 2020 10:01 WIB
Pencegahan dan penanganan Karhutla di daerah terus disiagakan..
Pencegahan dan penanganan Karhutla di daerah terus disiagakan..

RM.id  Rakyat Merdeka - Penggunaaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) terus dimaksimalkan. Teknologi ini diarahkan menjadi salah satu solusi permanen dalam pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di daerah rawan kebakaran. 

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Basar Manullang mengatakan, operasi ini sudah dilaksanakan sejak Februari hingga saat ini masih terus dilaksanakan di Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Baca juga : Telkom Group Kurangi Komponen Impor Di Masa Pandemi

Dia mengungkapkan, operasi TMC sebagai upaya mitigasi dan solusi permanen dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. 

Kegiatan TMC ini dilakukan bersama pihak meliputi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknolog (BPPT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB), TNI AU, Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Satgas Organisasi Pengendali Kebakaran Hutan (Dalkarhutla) Provinsi.

Baca juga : Stop Izin Baru, KLHK Berhasil Tekan Deforestasi Di Lahan Gambut

"TMC di Riau sejak 24 Juli 2020 hingga saat ini, sudah lakukan 50 sorti dengan NaCl yang disemai sebanyak 40 ton. Diperkirakan menghasilkan air hujan 108,5 juta m3. Operasi ini dinilai cukup berhasil mengurangi dan memitigasi terjadinya kebakaran," kata Basar Jumat (2/10).

Selain Riau, TMC juga dilaksanakan di Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. Posko operasi yang berpusat di Sri Mulyono Herlambang Palembang ini telah melakukan penyemaian awan sebanyak 40 sorti dengan NaCl yang disebar sebanyak 83,25 ton. 

Baca juga : Negara Nordik Konsumsi Kopi Terbanyak di Dunia

“Sampai Selasa (29/9), TMC sudah menghasilkan hujan dengan volume yang cukup untuk membasahi lahan sehingga menurunkan potensi karhutla,” ungkap Basar.

Menurut laporan Tim Posko TMC Di Provinsi Sumatera Selatan, volume air hujan yang dihasilkan diperkirakan sebanyak 786,80 juta m3, di Provinsi Jambi sebanyak 369,22 juta m3, di Kalimantan Barat sebanyak 199 juta m3. "Kita harapkan tingkat karhutla yang terjadi di Indonesia akan semakin menurun," harapnya. [FIK]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.