Dark/Light Mode

Mendagri Puji Rektor IPDN Bentuk Tim Sosialisasi UU Ciptaker

Sabtu, 7 Nopember 2020 20:01 WIB
Mendagri Tito Karnavian (kiri). (Foto: Dok. Kemendagri)
Mendagri Tito Karnavian (kiri). (Foto: Dok. Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan kuliah umum kepada praja dan civitas akademika Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sabtu (7/11). Pelaksanaan kuliah umum bertempat di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang sangat ketat. 

Tak hanya diikuti praja dan civitas akademika yang berada di Kampus Jatinangor, kuliah umum juga disaksikan seluruh praja dan civitas akademika IPDN yang berada di tujuh kampus daerah. Yakni IPDN Kampus Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, NTB, Papua, Sulawesi Selatan, dan Jakarta secara virtual melalui zoom meeting. Acara dapat disaksikan secara live melalui YouTube Channel Humas IPDN. Total jumlah peserta yang mengikuti kuliah umum ini, baik secara luring maupun sarung sebanyak 6.590 orang yang terdiri atas 6.273 orang praja dan 317 orang civitas akademika. 

Berita Terkait : Misbakhun Manfaatkan Reses Di Pasuruan Untuk Sosialisasi UU Ciptaker

Rektor IPDN Hadi Prabowo didampingi jajaran pimpinan IPDN hadir mengikuti jalannya acara. Dalam laporannya ke Tito, Hadi menyampaikan bahwa total jumlah praja IPDN tahun ini pada program D-IV sebanyak 5.966 orang dan program S1 sebanyak 308 orang. Jumlah praja ini tersebar di tujuh kampus daerah. Rincinnya, Kampus Jatinangor sebanyak 3.970 orang, Kampus Jakarta sejumlah 308 orang, Kampus Sulawesi Utara sejumlah 334, Kampus Sulawesi Selatan sejumlah 399 orang, Kampus Sumatera Barat sejumlah 405 orang, Kampus Kalimantan Barat sejumlah 167 orang, Kampus Nusa Tenggara Barat sebanyak 392 orang, dan Kampus Papua sebanyak 298 orang. 

Hadi juga melaporkan protokol kesehatan Covid-19 yang telah dilakukan IPDN sejak awal pandemi ini. Seperti pelaksanaan sterilisasi yang dilakukan secara continue di seluruh kampus IPDN, penyediaan fasilitas untuk mencuci tangan, dan pelaksanaan rapid tes dan swab tes bagi seluruh praja dan civitas akademika yang ada di lingkungan IPDN. 

Berita Terkait : Ramai Penolakan, PDIP Tekankan Pentingnya Sosialisasi UU Ciptaker

Dalam kuliah umum, Tito menyampaikan strategi pelaksanaan Nawacita dan pencapaian visi Indonesia 2045 yang tertuang dalam lima arahan utama Presiden atau yang terkenal dengan sebutan lima Prioritas Kerja Jokowi-Ma’ruf. “Kita berharap dengan mensukseskan pelaksanaan visi dan misi Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden 2020-2024 dan lima arahan utama Presiden dapat mendorong Indonesia lebih produktif, berdaya saing dan fleksibel dalam menghadapi tantangan global yang dinamis dan penuh risiko. Untuk mencapai itu semua, kita harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional, memiliki daya saing, dan sejumlah kemampuan kompetitif," kata Tito.

Pada kesempatan yang sama, Tito juga memberikan apresiasi ke Hadi yang telah membentuk Tim Percepatan Sosialisasi Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). “Saya berharap, dalam sosialisasi ini dapat terjaring masukan-masukan dari stakeholders untuk segera kita tampung dan rumuskan ke dalam muatan penyusunan Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, dan peraturan lainnya sebagai penjabaran dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja," ujar Tito. 

Baca Juga : Angkasa Pura II Optimis, Holding BUMN Pariwisata Bisa Bikin Industri Rebound

Tak hanya terkait visi misi, prioritas kerja, dan UU Ciptaker, Tito juga memaparkan perkembangan Indonesia menuju era Revolusi Industri 4.0 dan bagaimana persiapan yang harus dilakukan masyarakat Indonesia untuk menghadapinya. “Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi saat ini menjadi prinsip utama dalam penyelenggaraan pemerintahan negara di belahan dunia mana pun. Inilah salah satu bekal kita dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. IPDN sebagai perguruan tinggi kedinasan pencetak kader-kader aparatur sipil negara harus mampu memiliki kompetensi yang unggul khususnya dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi untuk dapat bersaing di era industri 4.0," ujarnya. 

Setelah menyampaikan kuliah umum, Tito meninjau fasilitas-fasilitas yang ada di IPDN. Khususnya peninjauan pembangunan Tol Cisumdawu yang berada di bekas lahan IPDN. [BCG]