Dark/Light Mode

Kalau Bisa Mainkan Perannya

Jokowi Bisa Jadi Singa ASEAN

Senin, 16 November 2020 06:26 WIB
Presiden Jokowi, dalam pidatonya di KTT ke-4 RCEP lewat konferensi video, kemarin. (Foto: Instagram)
Presiden Jokowi, dalam pidatonya di KTT ke-4 RCEP lewat konferensi video, kemarin. (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Dalam KTT tersebut, sejumlah negara RCEP menyampaikan apresiasi atas kepiawaian Indonesia selama memimpin proses perundingan. Jokowi juga menyampaikan terima kasih atas duku ngan konstruktif dari banyak pihak dalam perundingan tersebut. “Sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi negara koordinator dalam pro ses panjang ini,” ucap Jokowi.

Bukan hanya soal RCEP, dalam pidato penutupan di KTT ASEAN itu, Jokowi juga menekankan pada 3 isu penting. Pertama, pentingnya memperhatikan kerja sama di bidang kesehatan. Kedua, mendorong kerja sama untuk mengatasi dampak ekonomi dari pandemi.

Ketiga, menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia. “Hal ini terus ditekankan oleh Presiden, mengingat rivalitas antara kekuatan besar semakin menajam,” kata Retno Marsudi, kemarin.

Baca juga : Cegah Kerumunan, Tokoh Agama Harus Jadi Suri Tauladan

Pesan lain yang juga mengemuka, kata Menlu, soal penghormatan hukum internasional termasuk UNCLOS 1982. Aturan main yang terus disuarakan dalam hal sengketa di Laut China Selatan.

Sejumlah pengamat politik mengapresiasi Presiden Jokowi yang dianggap sukses dalam urusan diplomasi internasional. Pengamat politik internasional, Arya Sandhiyudha mengatakan, ditekennya RCEP bisa jadi salah satu indikator suksesnya diplomasi ekonomi di bawah komando Jokowi.

Se lain karena Jokowi, faktor lain yang mempengaruhi adalah momentum yang tepat. “Pak Jokowi itu betul-betul memberikan penekanan soal surplus perdagangan, jangan sampai defisit. Jadi lebih riil,” kata Arya, ketika berbincang dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca juga : PAN Beri Panggung Politik Buat Kaum Muda

Kendati demikian, ia enggan menyebut sepenuhnya kesuksesan itu karena pengaruh Jokowi. Karena, secara tradisional, Indonesia memang sejak dulu dipandang sebagai pemimpin di ASEAN. Tak hanya disegani dan berperan strategis di ASEAN, tapi juga hingga Asia Pasifik. “Karena kolektivitasnya semakin meningkat, interdependensi satu sama lainnya juga saling tergantung,” jelasnya.

Sementara pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio tak ragu mengacungkan jempol atas kepiawaian Indonesia di kawasan saat ini. Jokowi dinilai berhasil dalam meyakinkan negara-negara ASEAN. “Sehingga itu berhasil ditandatangani. Itu prestasi yang kita wajib menghargai juga,” kata Hensat, sapaan karibnya tadi malam.

Tak hanya dalam hal perdagangan bebas, Indonesia, sebut Hensat, juga bisa jadi lokomotif dalam melawan Covid-19. Yaitu ketika vaksin yang tengah dikembangkan di Indonesia itu, sukses dan bisa membantu negara negara tetangga.

Baca juga : Yasonna Ingatkan Pentingnya Inovasi Dan Pola Pikir Digital Bagi ASN

Jika itu berhasil, tak berlebihan jika Jokowi akan semakin dipandang di mata internasional. Tak hanya ASEAN. “Kalau Pak Jokowi cocoknya mungkin bukan Singa ya, kita sebut Garuda Asia aja. Macan kan sudah punya pak Prabowo,” kelakarnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.