Dark/Light Mode

37.048 Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dapat Bantuan Rp 1,8 Juta

Jumat, 27 November 2020 00:48 WIB
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Muhammad Zain. [Foto: kemenag.go.id]
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Muhammad Zain. [Foto: kemenag.go.id]

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia. Tak hanya berdampak bagi kesehatan dan ekonomi, namun juga bagi pendidikan.

Para guru masih terus melakukan proses pembelajaran, meski harus melalui metode jarak jauh lewat internet. Negara pun hadir melalui program Bantuan Subsidi Upah bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (BSU PTK) non Pegawai Negeri Sipil (PNS), baik di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), juga di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Menurut Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Zain, sebanyak 84 persen guru-guru di lingkungan Kemenag adalah honorer. Sehingga BSU ini dinilai sangat bermanfaat bagi pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemenag.

“Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak bagi guru-guru madrasah. Karena madrasah banyak yang bernaung di bawah yayasan (swasta). Per bulan mereka ada yang hanya digaji Rp 300.000," katanya, dalam acara Dialog Produktif bertema Subsidi Upah Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Non PNS Bidang Agama. Acara ini diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (26/11).

Baca juga : Pemanfaatan Tik Untuk Pendidikan Dan Membangun Generasi Muda Yang Produktif

Terkait penerima manfaat ini nantinya akan didasarkan pada data sistem informasi pelayanan pendidik dan tenaga kependidikan di Kemenag (SIMPATIKA).

Syarat yang harus dipenuhi adalah harus memiliki nomor induk kependudukan, untuk nanti difasilitasi pembukaan rekening bank bagi yang belum memiliki, sehingga mempermudah penyaluran BSU. Syarat lainnya, tidak menerima BSU Tenaga Kerja dan bukan penerima kartu prakerja, serta berpenghasilan di bawah Rp 5 juta dengan status non PNS.

Rincian penerima manfaat BSU ini nanti antara lain kepada guru non PNS RA/Madrasah, guru non PNS Pendidikan Agama Islam pada sekolah umum, guru non PNS Katolik, guru non PNS Buddha, dan guru Non PNS Konghucu.

Besaran BSU yang akan diterima oleh pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemenag sebesar Rp 1,8 juta untuk satu kali penerimaan. Total, penerima bantuan ini mencapai 637.048 orang dari seluruh Indonesia, dengan anggaran mencapai lebih dari Rp 1,15 triliun.

Baca juga : RDP Komisi IV DPR, Petani Sawit Masih Kesulitan Dapat Bantuan Dana

Validasi data penerima manfaat ini, lanjut Zain, dilakukan dengan sangat ketat. Selain melibatkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), juga dilakukan review internal melalui Inspektorat Jenderal Kemenag.

Dengan sistem berlapi, ujarnya, nama-nama penerima manfaat tidak akan ada data yang ganda atau salah sasaran. Secara birokrasi, terang Zain, pihanya juga sudah memanfaatkan kantor wilayah (kanwil) untuk memantau sekolah-sekolah di wilayahnya.

“Jadi ini berlapis-lapis. Semoga pelaksanaannya lancar dan tidak terjadi hal yang dikhawatirkan," ujarnya.

Selain itu, Zain memastikan, tak akan ada pemotongan nilai bantuan yang sampai ke setiap penerima manfaat nantinya, “Kita harap penerima manfaat akan mendapatkan Rp 1,8 juta secara utuh dan tidak dipotong pajak penghasilan. Karena ini adalah bantuan," jelasnya.

Baca juga : Pemanfaatan Tik Untuk Pendidikan Dan Membangun Pemuda Yang Produktif

Zain menambahkan, pemerintah juga melakukan pengawasan ketat terhadap proses penyaluran bantuannya nanti. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menurutnya juga ikut membantu mengawasi.

Dia pun mengimbau para guru dan tenaga kependidikan honorer agar terus optimis. Salah satunya, dengan terus menjalankan tugas secara profesional.

Meski dalam kesulitan hidup, Zain juga mengingatkan, pembelajaran harus tetap berjalan, sebagai denyut peradaban kita. 

“Ingat untuk terus mematuhi protokol kesehatan menerapkan 3M, Yaitu memakai masker, mencuci tangan, di air yang mengalir hingga menjaga jarak aman. Semoga BSU ini bermanfaat meningkatkan imunitas guru-guru kita juga," pungkasnya. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.