Dewan Pers

Dark/Light Mode

Liburan Akhir Tahun Wajib Terapkan Prokes

Kini, Wisatawan Suka Kunjungi Tempat Sepi

Rabu, 16 Desember 2020 07:20 WIB
Dokter Ivan Adrian. (Foto: BNPB)
Dokter Ivan Adrian. (Foto: BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jelang liburan akhir tahun, masyarakat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat bila bepergian. Sebab, penyebaran virus Corona belum reda. Bahkan cenderung meningkat.

Dokter Ivan Adrian berharap, masyarakat tetap mengisi liburan akhir tahun di rumah. Tanpa bepergian. Namun bila ingin ke luar rumah, dia mengingatkan masyarakat untuk mematuhi prokes.

Pakai masker. Sebenarnya itu melindungi diri kita dari penyebaran virus seperti droplet,” katanya, dalam bincang-bincang tentang prokes jelang libur akhir tahun. Acara ini disiarkan secara daring oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kemarin.

Berita Terkait : Catatan Akhir Tahun Hak Anak Indonesia, Saat Pandemi

Menurut Ivan, potensi penularan bisa terjadi di tempat yang dikunjungi banyak orang, seperti tempat wisata, bila prokes tidak dijalankan dengan ketat. Potensi penularan bertambah tinggi bila ada seseorang yang terinfeksi virus Corona, namun tidak memiliki gejala atau asimptomatik.

“Yang berbahaya orang tanpa gejala. Dia tidak sadar ada virus Corona di tubuhnya, kemudian dia jalan-jalan tanpa masker. Ketika dia berbicara, droplet akan tertinggal di benda-benda dan bisa  menular pada orang lain,” jelasnya.

Karena itu, Ivan mengingatkan agar masyarakat betul-betul menerapkan prokes 3M. Yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan menjaga jarak.

Berita Terkait : Libur Akhir Tahun, Pemprov Jateng Siapkan Tes Antigen Bagi Pendatang

Menurut Ivan, pihak pengelola tempat wisata juga sebaiknya menyediakan sarana mencuci tangan dengan air mengalir dan memakai sabun atau menggunakan hand sanitizer. Selain itu, dia juga mengingatkan agar ada batasan pengunjung untuk setiap lokasi wisata yang tertutup di dalam ruangan, karena berpotensi terjadinya penularan virus melalui aerosol.

Pihak pengelola juga wajib menjalankan disinfeksi tempat wisatanya secara berkala dan terjadwal. Ini demi menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung dari potensi penularan virus Corona.

Terkait hal ini, CEO TX Travel, Anton Thedy membeberkan, selama pandemi Covid-19, ia telah mengubah strategi bisnisnya. Ia mengubah strategi pemasaran dari group tour ke road trip.

Berita Terkait : Telkom Pede Kinerja Mitratel Bakal Kinclong

Anton menjelaskan, produk yang dijualnya sama, yakni jual tiket hotel, paket wisata, tujuan wisata. Dia hanya mengubah paket tujuan wisatanya. Ia kini memilih menjual paket wisata ke tempat yang tidak ramai.

“Padahal, kalau dulu kan pasti kita selalu membawa wisatawan ke tempat yang ramai. Kalau sepi, itu dulu pasti dimarahi sama wisatawan atau peserta tour. Sekarang terbalik. Dibawa ke tempat yang ramai malah mereka takut,” kata Anton dalam diskusi yang sama. [QAR]