Dark/Light Mode

Menperin Optimis Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen

Industri Farmasi Dan Makanan Berjaya Di Tengah Covid-19

Kamis, 31 Desember 2020 06:36 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok Kemenperin)
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan 5,5 persen pada tahun 2021. Program vaksinasi Covid-19 dan hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja diyakini menjadi pendorong utama melajunya ekonomi Indonesia di tengah pandemi.

Optimisme itu disampaikan Menteri Perindustrian (Men­perin) Agus Gumiwang Kar­tasasmita dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Menjaga Laju Keberlangsungan Industri di Tengah Pandemi, kemarin.

Berita Terkait : Menperin Pede 2021 Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen

“Dengan berbagai kombinasi kebijakan dan peluang yang kita manfaatkan optimal, diharapkan ekonomi Indonesia dapat tum­buh di kisaran 4,5 hingga 5,5 persen,” kata Agus.

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan, perubahan positif sudah bisa dilihat dari beberapa industri yang justru berjaya di masa pandemi.

Berita Terkait : Pertumbuhan Industri, Menperin: 2020 Minus 2,22 Persen, 2020 Naik 3,95 Persen

Agus menyebut, industri far­masi hingga makanan dan minuman, kebal terhadap ancaman virus Corona.

Sektor industri yang menga­lami pertumbuhan positif, antara lain industri kimia, farmasi dan obat tradisional yang meningkat hampir 15 persen. Kemudian, industri logam dasar 5,2 persen, industri pengolahan lainnya 1,5 persen serta industri makanan dan minuman yang tumbuh 0,60 persen.

Berita Terkait : Sri Mulyani Tak Berdaya

Bahkan, kata Agus, sektor-sektor industri tersebut masih mampu berkontribusi besar terhadap ekspor. Adapun industri makanan dan minuman 27,59 miliar dolar AS, logam dasar 20,82 miliar dolar AS, kimia, farmasi dan obat tradisional sebesar 11,85 miliar dolar AS.
 Selanjutnya