Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, vaksin menjadi salah satu syarat yang ditetapkan oleh Arab Saudi bagi jemaah yang akan beribadah umroh.
Hal ini ditegaskan Menag dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR.
Baca juga : Mariah Carey: Saya Sebenarnya Vampir...
"Kalau umrah itu, syaratnya sudah divaksin. Ini sudah dibuka. Mulai Ramadhan besok, sudah mulai boleh umroh. Tapi harus sudah divaksin," tegas Menag di Jakarta, Kamis (8/4).
"Vaksinnya itu harus sudah certified atau disertifikasi oleh WHO," sambungnya.
Baca juga : Ibu Menyusui Aman, Silakan Vaksin Covid-19...
Menag mengaku terus menjalin korespondensi dengan pihak Arab Saudi. Menag sedang mengupayakan agar bisa berkomunikasi langsung, dengan pengganti Saleh Benten selaku Menteri Haji Arab Saudi.
"Kita belum komunikasi langsung dengan Arab Saudi, karena sejak Pak Saleh Benten di-reshuffle, kita belum mendapat akses ke menteri yang baru," tuturnya.
Baca juga : Orang Dengan Komorbid Aman Divaksin Covid-19
"Tapi kita sedang berusaha terus, agar dapat akses komunikasi langsung. Selama ini kita komunikasi hanya korespondensi saja, surat menyurat," tandasnya.
Sambil menunggu info resmi dari Saudi, Kemenag terus menyiapkan skenario penyelenggaraan haji 1442 H/2021 M. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya