Dark/Light Mode

Uji Sampel Februari-April 2021

Ngeri, 17 Kasus Varian Baru Sudah Terdeteksi Di Indonesia

Selasa, 4 Mei 2021 16:35 WIB
Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi (Foto: YouTube)
Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan melaporkan 17 kasus varian baru Covid bernama B117 (varian Inggris), B1617 (varian India), dan B1531 (varian Afrika Selatan),  berdasarkan hasil penelitian sampel pada Februari hingga April 2021.

"Penularan kasus dari varian baru ini berasal dari transmisi lokal maupun dibawa oleh pekerja migran Indonesia," kata Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan pers yang disampaikan secara virtual di Jakarta, Selasa (4/5).

Untuk varian B117, terdeteksi 13 kasus di Sumatera Utara (2), Sumatera Selatan (1), Banten (1), Jawa Barat (5), Jawa Timur (1), Kalimantan Timur (1), dan Bali (2).  

Berita Terkait : 207 Kasus Varian Baru India Kini Terdeteksi Di Inggris

Sebanyak 5 kasus B117 merupakan imported case atau dibawa oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Arab Saudi terdeteksi berada di Karawang (Jawa Barat), Kota Balikpapan (Kalimantan Timur) dan Kota Bogor (Jawa Barat).

Sedangkan 8 kasus lainnya dilaporkan berasal dari transmisi lokal atau penularan antarmasyarakat masing-masing berada di Tapin (Kalimantan Selatan), Palembang (Sumatera Selatan), Kota Medan (Sumatera Utara), Kabupaten Karawang (Jawa Barat) dan Kota Tanjung Balai (Sumatera Utara).

Untuk varian B1617, terdeteksi berada di Kepulauan Riau (1) dan DKI Jakarta (2). Sementara satu kasus B1531 terdeteksi berada di Bali.

Berita Terkait : Gawat, 10 Kasus Mutasi India Sudah Terdeteksi Di Tanah Air

"Satu kasus harian B1531 yang ditemukan di Bali, diambil spesimennya pada pada tanggal 25 Januari 2021. Pasien ini kemudian meninggal dunia pada tanggal 16 Februari 2021," papar Nadia.'

Ia menambahkan,  saat ini pemerintah terus melakukan penyelidikan berdasarkan metode epidemiologi, untuk mengukur faktor risiko dari kontak fisik dengan pasien. [HES]

 

Baca Juga : Edukasikan Pengelolaan Sampah, KLHK Gelar FPSN 2021 Secara Virtual

Selain mobilitas, karena